#presiden#tamu#lampost

Tamu Presiden

( kata)
Tamu Presiden
Presiden RI Joko Widodo di Harian Umun Lampung Post, Jumat (8/3/2019). (Lampost.co/ Effran Kurniawan)

SEJAK tiga hari lalu, kantor tempat saya bekerja Lampung Post terlihat lebih sibuk dari biasa. Tembok bangunan gedung tampak dicat ulang oleh beberapa pekerja. Seluruh ruangan, termasuk ruang redaksi tempat meramu berita-berita Lampung Post, tidak ketinggalan dipoles.

Asal-muasal kesibukan tersebut tidak lain setelah adanya kabar akan bertamunya Presiden Joko Widodo ke kantor Lampung Post. Presiden Jokowi dijadwalkan singgah usai meresmikan jalan tol trans-Sumatera ruas Bakauheni—Terbanggibesar di pintu tol Natar.

Tamu bukan sembarang tamu. Kesibukan menyambut kedatangan Presiden semakin padat menjelang hari H. Meski sebetulnya ada pesan yang sempat disampaikan dari tim Istana, bahwa Presiden tidak ingin penyambutan berlebihan. Termasuk tenda yang semula sudah terpasang di halaman kantor pun harus kembali digulung.

Meski diminta biasa-biasa saja, tetapi adat ketimuran masih sangat melekat, termasuk di kantor kami. Memuliakan tamu adalah hal yang dipercaya baik. Apalagi, ini bukan sembarang tamu.

Selain sibuk menyolek kantor, awak redaksi juga tidak lepas dari kesibukan mempersiapkan kunjungan kenegaraan tersebut. Dalam beberapa kali rapat, kami sepakat kunjungan Jokowi adalah dalam kapasitas dirinya sebagai presiden, meskipun Jokowi juga sedang maju sebagai calon presiden dalam pemilihan umum 17 April mendatang.

"Masalah pilihan presiden itu silakan masing-masing. Akan tetapi, menyambut tamu dengan baik kami satu suara," begitu salah satu kesepakatan dari rapat, sore kala itu.

Sehingga, jika ada prasangka-prasangka yang sangat politis dari kunjungan tersebut, kecairan suasana redaksi rapat sore itu sebenarnya jadi jawaban.

Setelah mempersiapkan berbagai hal, sang tamu akhirnya datang, kemarin, ke kantor Lampung Post. Suasana yang semula tegang, karena harapan sang tuan rumah bisa menjamu tamunya dengan baik, perlahan mencair. Apalagi ketika sosok yang mengenakan kemeja putih polos itu menyapa kami langsung di ruang redaksi, tempat kami bekerja.

Sore itu, Presiden Jokowi duduk di kursi dan meja yang selama ini biasa kami gunakan saat rapat. Tidak sendiri, dia juga memboyong ibu negara dan beberapa menteri. Sejak itulah suasana makin mencair, apalagi setelah sang tamu berbincang dengan para reporter cilik dan personel redaksi yang memang menanti kehadirannya.

Kelegaan seketika kami rasakan, setelah lambaian sang tamu perlahan meninggalkan kami. Terima kasih sudah menjadi tamu kami, Bapak Presiden. 

Rudiyansyah, Wartawan Lampung Post

Berita Terkait

Komentar