#ekbis#umkm#tamankuliner

Taman UMKM di Akhir Pekan Hidupkan Ekonomi Kerakyatan

( kata)
Taman UMKM di Akhir Pekan Hidupkan Ekonomi Kerakyatan
Masyarakat menikmati Wisata Kuliner dan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Taman Patung Soekarno Jalan Gatot Subroto Bandar Lampung, Minggu, 9 Januari 2022. (Foto:Lampost/Triyadi Isworo)


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Wisata Kuliner dan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Taman Patung Soekarno Jalan Gatot Subroto Bandar Lampung ramai dikunjungi masyarakat diakhir pekan. Adanya event tersebut diharpkan mampu menghidupkan ekonomi kerakyatan. Jajanan yang dijual juga cukup terjangkaun sekitar mulai dari Rp1.000 sampai Rp10 ribuan per potong/kemasan.

Berdasarkan pantauan Lampung Post, Minggu, 9 Januari 2022, nampak para pedagang yang menjual berbagai panganan kuliner diserbu pembeli. Event yang digagas oleh Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana ini menarik minat banyak orang datang dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

Salah satu pelaku usaha kuliner UMKM Masakan Teteh, Gadis Mutiara, merasa senang adanya kegiatan Wisata Kuliner dan UMKM di Bandar Lampung setiap akhir pekan Sabtu dan Minggu. Para pelaku UMKM diberi ruang untuk menjual produk-produknya. Ia juga bersyukur masyarakat ramai yang datang mematuhi protokol kesehatan.

"Alhamdulillah ramai. Hari ini alhamdulillah pendapatan bisa mencapai Rp200 ribuan," katanya.

Sementara itu Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Lampung, Dr. Nairobi berpendapat bahwa geliat perekonomian di Provinsi Lampung tahun 2022 diperkirakan akan terus tumbuh lebih baik dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Pertumbuhan ekonomi tahun 2022 akan terus tumbuh seiring pergerakan mobilitas masyarakat dan sektor ekonomi bisa beraktivitas secara normal.

"Pada tahun 2022 semua sektor ekonomi di Lampung akan terus bergerak. Apalagi semua pihak sudah learning by doing atau belajar sambil melakukan segala hal selama pandemi covid-19. Pemerintah memberikan ruang gerak untuk mobilitas orang dan pelaku usaha agar beraktivitas produksi dan konsumsi diiringi dengan penerapan prokes," katanya.

Sri Agustina







Berita Terkait



Komentar