#tamanburung#beritalampung

Taman Burung di Natar yang Tinggal Kenangan

( kata)
Taman Burung di Natar yang Tinggal Kenangan
Warga Dusun Cisarwa, Desa Muara Putih, Kecamatan Natar, Lampung Selatan (Lamsel) memiliki kenangan tersendiri bagi cagar budaya taman burung. Pasalnya, objek wisata di daerah tersebut diupayakan masyarakat sekitar agar selalu lestari. Lampost.co/Febi


Kalianda (Lampost.co) -- Warga Dusun Cisarwa, Desa Muara Putih, Kecamatan Natar, Lampung Selatan (Lamsel) memiliki kenangan tersendiri bagi cagar budaya taman burung. Pasalnya, objek wisata di daerah tersebut diupayakan masyarakat sekitar agar selalu lestari. 

Salah satu warga, Muhammad Suntama (58), mengatakan taman barung dianggap sebagai cagar budaya karena menjadi peninggalan alam. Sebab, terbentuk secara alami tanpa campur tangan manusia.

Selain bentuknya yang unik, taman burung memiliki sejuta sejarah yang tidak dapat dilupakan masyarakat. Keunikan itu terlihat dari goa yang didalamnya mengalir air yang jernih. Namun, aliran air itu kini berhenti sejak air panas Dusun Cisarwa ditemukan masyarakat.

Bahkan, untuk tetap lestari ada warga yang khusus menjaga taman burung tersebut dalam beberapa tahun terakhir. "Dulu masyarakat kalau kemarau panjang, mandi, mencuci, dan mengkonsumsi air pun dari mata air taman burung," kata Suntama.

Keindahan taman tersebut juga didukung dengan keberadaan ratusan ekor burung. Hewan-hewan tersebut tidak pernah pergi dan tidak pernah ada yang memburunya. "Ratusan burung itu berdiam di goa kecil yang dikelilingi pohon. Tapi, sekarang burung-burungnya tidak tahu kemana," jelasnya. 

Kendati demikian, ketiadaan aliran air dan kicauan burung tetap membuat warga merawat kawasan tersebut. "Harapannya ada perhatian pemerintah supaya kedepannya betul-betul terjaga," kata dia. 

 

Effran Kurniawan







Berita Terkait



Komentar