#elephantpark#tamanbermain#proyek

Taman Bermain Senilai Rp6 Miliar Kondisinya Kini Memprihatinkan

( kata)
Taman Bermain Senilai Rp6 Miliar Kondisinya Kini Memprihatinkan
Lantai taman bermain di Elephant Park mengelupas. Lampost.co/Asrul Septian Malik

Bandar Lampung (Lampost.co): Belum setahun diresmikan, kondisi taman bermain anak di Elephant Park saat ini kondisinya sangat memprihatinkan, bahkan kian hari kerusakan semakin bertambah. 

Pantauan Lampost.co di lokasi, kerusakan yang didominasi lantai taman tersebut yang serupa dengan lahan jogging track. Kemudian beberapa wahanan juga sudah mulai rusak dan tidak memiliki daya tahan sehingga membahayakan anak-anak jika dimainkan. Padahal, taman tersebut baru diresmikan era kepemimpinan M. Ridho Ficardho pada 17 Februari 2019. 

Pada lantai taman, sedikitnya ada sekitar 15 titik yang mengalami kerusakan atau mengelupas dengan diameter mulai dari 30-90 cm. Belum lagi jumlah kerusakan yang sedang atau kecil yang jumlahnya ratusan titik.

Selain itu, itu salah satu wahana ayunan juga sudah mulai rusak. Besi horizontal wahana tersebut ada yang sudah copot dan patah. Bahkan, wahana tersebut juga sangat ringkih jika digoyang sedikit bagian pilarnya akan begerak bahkan bisa saja roboh.

Selain itu, paving blok pada jembatan tengah taman juga terlihat banyak yang rusak, yakni satu dibagian dekat tangga sebelah kiri dan satu dibagian sebelah kanan. Beberapa tempat duduk juga mulai rusak. Sementara alat fitnes dan olahraga yang disediakan masih dalam kondisi baik.

Ardian seorang bocah yang sedang bermain di lokasi sekitar mengatakan tidak mengetahui secara persis penyebab rusaknya taman bermain anak tersebut. Namun, menurutnya perilaku pengunjung diduga menjadi penyebab rusaknya lantai.

"Kayakya karena pada mengelupas kan udah ada yang rusak, jadinya ada yang keletekin, tapi enggak tahu juga. Itu ayunan juga udah kayak mau roboh," katanya.

Burhansyah salah satu orang tua yang sedang menemani anaknya bermain mengatakan banyak faktor yang menyebabkan kondisi taman bermain tersebut memprihatinkan.

"Kualitasnya bang. Terus kondisi cuaca kayak hujan, sama pengunjung bang, bagusnya pengunjung bisa jaga terus diawasi sama Satpol PP. Jadi kalau pengunjung ada yang niat merusak, ya bisa dikasih himbauan," kata dia.

Proyek pembangunan yang menelan anggaran Rp6 miliar itu dibangun oleh PT 9 Naga Emas yang memenangkan tender proyek. Perusahaan itu diketahui telah menyuap mantan bupati Lampung Selatan Zainudin Hasan.

Adi Sunaryo



Berita Terkait



Komentar