#Talut#Ambrol#Krui#PesisirBarat

Talut Penahan Banjir Roboh

( kata)
Talut Penahan Banjir Roboh
Talut penahan banjir di Daerah aliran sungai Way Krui, tepatnya di pemukiman warga di Sukaraja Pekon Ulu Krui, sebagian jebol akibat banjir sungai tersebut, Selasa (20/11/2018). (Lampost/Yon Fisoma)

KRUI (Lampost.co) -- Derasnya arus luapan banjir Way Krui di kecamatan Way Krui kabupaten Pesisir Barat membuat talut penahan banjir di lokasi tersebut roboh sebagian pada Selasa (20/11/2018).

Talut penahan banjir yang dibangun pada tahun 2016 lalu bersumber dari APBD kabupaten Pesisir Barat diduga tak kuat menahan derasnya luapan air.

Pantauan Lampost.co, material talut roboh dan hanya tersisa tanah sebagai dasar tebing talut yang rusak tersebut. Beruntung lokasi robohnya talut yang dekat pemukiman warga di Sukaraja Pekon Ulu Krui tak memakan korban jiwa.

Salah satu warga sekitar mengatakan cuaca ekstrim saat ini dikhawatirkan akan memperparah kerusakan talut dan akan terus melebar, "terlebih banjir kerap melanda sepanjang aliran sungai ini," kata warga yang tidak mau disebutkan namanya itu.

Akibat intesitas curah hujan yang tinggi dan seringnya banjir terjadi di way krui, bukan hanya talut yang rusak. Pada bagian sebelah daerah aliran sungai Way krui yaitu di pekon Gunung kemala Timur, beronjong penahan banjir yang ada, juga rusak atau ambrol akibat derasnya arus banjir sungai tersebut.

 

 

Yon Fisoma



Berita Terkait



Komentar