#irigasi#peninggalan#pringsewu#beritalampung

Talang Air Peninggalan Zaman Belanda di Pringsewu Rusak

( kata)
Talang Air Peninggalan Zaman Belanda di Pringsewu Rusak
Bupati Sujadi dan jajarannya melakukan goes sepeda bersama menuju lokasi bendungan Way Sekampung di Bumiratu Pagelaran dan meninjau talang air peninggalan zaman Belanda yang mengalami kerusakan, Jumat (8/9/2017).(Foto:Lampost/ Widodo)

PRINGSEWU--Satu dari empat talang air peninggalan zaman Belanda rusak parah di Pekon Pekon Bumirejo, Kecamatan Pagelaran, Pringsewu. Rusaknya talang itu diketahui saat Bupati Pringsewu dan rombongan melakukan goes bareng bersepada, Jumat (8/9/2017).

Bupati Sujadi melihat talang air terlihat bocor merata sepanjang puluhan meter dan papapn pijakan juga tidak ada lagi, sehingga tidak bisa dilewati orang. Atas kondisi tersebut, Bupati Pringsewu meminta Kadis PU melaporkan kondisi tersebut ke Balai Besar Way Sekampung, karena perbaikan talang menjadi kewenangannya.

Menurutnya, untuk perawatan irigasi talang air raksasa itu adalah wewenang Provinsi. "Saya harap Kadis PU Pringsewu‎ agar segera melaporkannya, karena memang kondisi Talang air ke-I sudah rusak parah. Selain tabungnya banyak yang bocor, juga papan pijakannya sudah tidak ada sama sekali," pintanya.

Bahkan Sujadi juga meminta adanya program perawatan atau perbaikan pada keempat talang air yang ada, seperti talang yang ada di Pekon Bumi Ayu Kecamatan Pringsewu juga sudah mengalami kerusakan."Maka bila perlu keempat talang air itu direnovasi," harapnya.

Menurutnya, talang air raksasa itu selain sebagai irigasi tekhnis juga merupakan sarana jalan penghubung warga antarpekon (desa). "Bahkan yang lebih membanggakan lagi saat ini sudah menjadi icon wisata di Kabupaten Pringsewu, seperti talang air ke-III yang berada di Pekon Fajaresuk Pringsewu,"ungkapnya.

Sementara Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Pringsewu, Andi Purwanto, ‎yang mendampingi Bupati Sujadi siap akan segera melaporkan adanya kerusakan parah satu talang air tersebut juga pada talang air lainnya."Secepatnya akan saya laporkan kembali ke Balai Besar Way Sekampung,"ujarnya.

Sebab kata Andi, sebenarnya sudah dua tahun berturut pihak Dinas PU Pringsewu ‎selalu melaporkannya, tetapi hingga kini belum ada tanggapannya."Ya mudah-mudahan tahun ini ada tanggapan dan segera dilakukan renovasi," ujarnya.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Pringsewu, Iskandar Muda, menjelaskan irigasi talang air itu berasal dari aliran sungai Way Napal, terus menyebar terbagi ke talang air II, III dan IV.

Sedang fungsinya dapat mengairi lahan persawahan diwilayah Kecamatan Pagelaran dan Pringsewu."Setidaknya dari empat talang air raksasa itu dapat mengairi sekitar 3.000 hektare sawah dan perkebunan di dua kecamatan,"jelas Iskandar.

Dia menambahkan,  jika kondisi talang air ke-I tidak segera diperbaiki maka kebocoran akan terus bertambah banyak dan airnya terbuang sia-sia.

Sementara menurut Suparman, petani warga Bumirejo menuturkan, bahwa kerusakan dan bocornya talang air ‎ke-I itu sudah lima tahun lebih, namun hingga kini belum ada perbaikan.

Maka untuk men‎gantisipasi agar air jangan banyak yang tumpah karena bocor, sejumlah petani pernah berswadaya mengakali dengan menambal menggunakan karpet."Tetapi tidak bertahan lama, karpet juga tidak kuat dan kembali rusak,"ujarnya.

 

Widodo



Berita Terkait



Komentar