#beritalampung#beritapringsewu

Tak Terima Jagonya Kalah, Kepala Pekon Bulukarto Intervensi Panitia dan Juri Seleksi Kaur

( kata)
Tak Terima Jagonya Kalah, Kepala Pekon Bulukarto Intervensi Panitia dan Juri Seleksi Kaur
Kantor Pekon Bulukarto. Dok/Lampost.co


Pringsewu (Lampost.co): Proses penjaringan perangkat pekon (kepala urusan) di Pekon Bulukarto, Kecamatan Gadingrejo, Kabupaten Pringsewu, diduga adanya kecurangan.

Ketua Panitia Penjaringan Perangkat Pekon Sujatmiko mengatakan kecurangan terjadi saat panitia dan dewan juri merekap hasil akhir nilai dari lima peserta seleksi usai mengikuti tes komputer. Diduga adanya intervensi dan permintaan dari kepala Pekon Bulukarto, Nurdin yang sejak awal menjagokan salah satu peserta, memaksa dewan juri untuk merubah skor nilai yang diperoleh salah satu peserta yang belum lama ini dilantik menjadi kaur pemerintahan di Pekon Bulukarto.

"Memang benar telah terjadi perubahan nilai akhir atas nama Januardi Arif Kurniawan. Sebab, saat itu setelah direkap dan dilakukan akumulasi antara nilai tes tertulis dan komputer, nilai yang bersangkutan paling kecil," ungkap Sujatmiko di Pekon Bulukarto, Selasa, 13 Juli 2021.

Sujatmiko mengatakan pihaknya sempat menyatakan keberatan untuk menandatangani hasil akhir tes yang telah dirubah berkaitan dengan perubahan nilai atas nama Januardi Arif Kurniawan.

"Saya sempat tegaskan. Siapa sebenarnya yang bapak kepala pekon akan rekomendasikan. Dan ia menyatakan Januardi Arif kurniawan. Dari situ saya merasa sudah dibohongi oleh kepala pekon," kata Sujatmiko menceritakan kronologis perubahan nilai akhir peserta tes kaur pekon.

Sebelumnya, pada 16-18 Juni 2021 Pemerintahan Pekon Bulukarto melalui panitia melakukan penjaringan perangkat pekon guna mengisi kekosongan jabatan kaur pemerintahan pekon setempat. Dari proses pendaftaran dan seleksi berkas, terjaring sebanyak 10 pendaftar yang dinyatakan memenuhi persyaratan dan berhak mengikuti tes seleksi.

Seleksi dilakukan dalam dua tahapan yakni tes tertulis (seputar masalah pengetahuan umum) dan tes komputer. Hasilnya, sepuluh dari enam peserta tes dinyatakan lolos dan lanjut ke tes komputer, hingga dikerucutkan dua orang untuk direkomendasikan ke kecamatan dan dipilihlah satu orang. Tes pengetahuan umum dilaksanakan pada Rabu, 16 Juni 2021. Sementara, tes  komputer dilaksanakan Jumat, 18 Juni 2021.

Sementara itu, menyikapi persoalan yang terjadi dan keresahan masyarakat soal hasil seleksi penjaringan, sebelumnya pada Senin, 12 Juli 2021, sekitar pukul 10.00 WIB digelarlah pertemuan di balai pekon setempat dengan mengundang panitia penjaringan, pengurus BHP, dan perwakilan dari tokoh masyarakat. Sayangnya, saat persoalan dugaan kecurangan dalam bentuk merubah nilai akhir dan adanya intervensi dari kepala Pekon Bulukarto disampaikan oleh perwakilan tokoh masyarakat, Kepala Pekon Bulukarto Nurdin tak sedikit pun bergeming dan mau menanggapi.

Sujatmiko mengatakan atas sikap kepala Pekon Bulukarto yang tidak responsif dan kooperatif, perwakilan masyarakat akhirnya menyimpulkan proses penjaringan kaur di Pekon Bulukarto cacat hukum.

Sujatmiko selaku ketua panita penjaringan kaur merasa dizalimi oleh kepala Pekon Bulukarto. "Saat ini insentif saya pun tidak di ambil. Kami berharap kasus ini segera diselesaikan. Untuk pihak kecamatan dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat Pekon (PMP) bisa turun kebawah agar masalah ini dapat diselesaikan," pungkas dia.

Winarko







Berita Terkait



Komentar