#jalanlayang#underpass#flyover#pembangunan#beritalampung

Tak Sesuai Kesepakatan, Warga Menolak Pembangunan Underpass Urip Sumoharjo

( kata)
Tak Sesuai Kesepakatan, Warga Menolak Pembangunan <i>Underpass</i> Urip Sumoharjo
Jalan Urip Sumoharjo, Bandar Lampung. Lampost.co/Salda Andala

Bandar Lampung (Lampost.co): Warga Kelurahan Surabaya, Kecamatan Kedaton, Bandar Lampung, menolak pembangunan proyek underpass atau jalan bawah tanah di Jalan Urip Sumoharjo jika tidak sesuai kesepakatan. Terlebih jika ganti rugi lahan tanpa musyawarah kepada pihak yang tergusur.

Said (52) warga setempat mengatakan pihaknya tidak setuju jika pembangunan ganti rugi pembebasan lahan tidak sesuai dari kesepakatan diawal musyawarah.

"Dikabarkan akan dibangun setelah Idulfitri mendatang, tetapi belum ada kata sepakat dari warga. Kesepakatan diawal bangunan permanen Rp5 juta per meter persegi bukan Rp1,5 juta jangan dipelintir terus. Sebab membangun rumah butuh biaya, besar sekarang, harga tanah mahal, dan material bangunan serba mahal. Yang ada nanti setelahnya kami sengsara," katanya kepada Lampost.co, Kamis, 26 Maret 2020.

Namun, lanjut Said, ketika berita acara turun ke warga, bangunan hanya dihargai Rp1,5 juta tetapi diberita acara tidak ada yang bertanggung jawab. "Itu surat bodong. Hal ini yang membuat warga setempat menolak," kata dia.

Hal serupa diutarakan Sudadi (49). Menurutnya sebagian besar warga tidak setuju. "Warga yang setuju mereka punya usaha lain dan memang ekonomi mereka tergolong mapan," kata dia.

Menurutnya, pembangunan juga harus didasarkan pada keadilan. Pemerintah juga haru memikirkan nasib warganya kedepan. "Bukan hanya bangun-bangun infrastruktur saja, tapi rakyat menjerit. Setelah dibangun maka mata pencarian kami mati. Mau makan apa kami setelah itu," kata dia.

Adi Sunaryo



Berita Terkait



Komentar