#Kesehatan#VirusKorona

Tak Perlu Ditolak, Virus Korona akan Mati di Tubuh Jenazah

( kata)
Tak Perlu Ditolak, Virus Korona akan Mati di Tubuh Jenazah
Proses pemakaman jenazah pasien covid-19 di Kotabaru, Jatimulyo, Lampung Selatan. (Dok Lampost.co)

Jakarta (Lampost.co) -- Guru Besar Universitas Gadjah Mada (UGM) mengimbau masyarakat agar tidak bereaksi berlebihan dalam menghadapi jenazah pasien yang meninggal akibat infeksi virus korona, Menyusul banyaknya penolakan pemakaman jenazah pasien positif korona yang terjadi di sejumlah daerah di Indonesia.

Guru Besar Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, Keperawatan UGM, Prof. dr. Tri Wibawa, Ph.D, Sp.MK. menegaskan, tidak ada alasan bagi masyarakat untuk menolak jenazah yang terinfeksi covid-19. Menurut Tri, ini karena rumah sakit telah menangani jenazah sesuai panduan medis yang memastikan keamanannya.

Salah satunya, jenazah dibungkus plastik atau kantong jenazah yang tidak mudah tembus. "Dengan menjalani semua prosedur pemakaman jenazah Covid-19, sesuai guideline dari Kemenkes, Kemenag, dan MUI, maka tidak akan menimbulkan penularan. Semestinya tidak ada penolakan," kata Tri dalam keterangan tertulisnya, Sabtu, 4 April 2020.

Secara ilmiah, pakar mikrobiologi UGM ini menjelaskan, ketika jenazah telah dibungkus dan dikubur maka virus akan ikut mati. Saat orang meninggal, selnya mati, sehingga virus di dalamnya tidak akan berkembang.

Sifat virus dalam jenazah sama dengan virus yang ada di tanah, lantai, maupun barang yang akan mati dalam jangka waktu tertentu. Dia menyebutkan, risiko penularan jenazah positif covid-19 ke manusia akan minimal apabila seluruh langkah pemulasaran dilakukan sesuai pedoman penanganan yang dikeluarkan Kemenkes.

Antara lain, petugas kesehatan memakai APD saat pemulasaran jenazah. Begitu juga jenazah, harus terbungkus seluruhnya dalam kantong jenazah yang tidak mudah tembus sebelum dipindahkan ke kamar jenazah.

"Jangan ada kebocoran cairan tubuh yang mencemari bagian luar kantong jenazah, dan sesegera mungkin memindahkannya ke kamar jenazah," jelasnya.

Abdul Gafur



Berita Terkait



Komentar