#hukum#beritalampung#beritabandarlampung

Tak Kunjung Damai, Relawan Yutuber dan Lurah Pengajaran Bakal Dipidana

( kata)
Tak Kunjung Damai, Relawan Yutuber dan Lurah Pengajaran Bakal Dipidana
Ilustrasi - Medcom.id.

Bandar Lampung (Lampost.co): Polresta Bandar Lampung hingga saat ini masih melakukan proses penyelidikan terkait dugaan penganiayaan yang terjadi di Kelurahan Pengajaran pada 29 Agustus 2020.

Dua kubu bahkan saling melapor ke kepolisian, yakni tim relawan Yusuf Kohar dan Tulus Purnomo atau disapa Yutuber melapor dugaan penganiyaan ke Polresta Bandar Lampung yang diduga dilakukan Lurah Pengajaran dengan Nomor LP/B/1854/VIII/2020/LPG/RESTA BALAM.

Sedangkan, Lurah Pengajaran melaporkan relawan Yutuber ke Polsek Telukbetung Utara dalam surat laporan nomor TBL/B1/573/VIII/2020/LPG/RESTA BALAM/SEKTOR Telukbetung Utara, atas dugaan pengeroyokan diduga oleh salah satu tim relawan Yutuber.

Informasi yang didapat polemik terjadi saat adanya relawan dari salah satu bakal calon yang hendak melakukan sosialisasi, yakni sekitar 20 orang. Namun, karena kampanye belum mendapatkan izin dari RT atau lurah setempat apalagi di tengah pandemi covid-19, pihak lurah dan RT datang menyambangi. Karena ada saling adu argumen, diduga terjadi polemik yang berujung pemukulan diantara kedua belah pihak.

Baca juga: Camat dan Lurah di Bandar Lampung Hadang Balonkada Bersosialisasi

Kapolresta Bandar Lampung Kombespol Yan Budi Jaya mengatakan agar kedua belah pihak berdamai, melakukan mediasi dan saling mencabut laporan. Namun, faktanya hal tersebut tidak digubris masing-masing kubu.

Terkait Laporan di Polresta Bandar Lampung, Kasat Reskrim Kompol Resky Maulana memaparkan pihaknya masih memproses perkara tersebut. "Sudah naik ke sidik, tinggal menetapkan ada tersangka," ujarnya, Kamis, 1 Oktober 2020.

Sementara, terkait laporan di Polsek Telukbetung Utara, Kapolsek Kompol Indra Herliantho Denis memaparkan sudah memeriksa 6 saksi dan masih menunggu hasil visum dari Rumah Sakit Abdul Moeloek.

"Jika sudah ada visum, akan segera kita gelar pekara untuk menentukan naik ke tingkat penyidikan atau tidak," kata dia.

Sebelumnya, Kapolresta Bandar Lampung Kombes Pol Yan Budi Jaya mengatakan, pihaknya berencana untuk mempertemukan kedua belah pihak. Namun saling lapor tersebut masih dalam tahap lidik.

Adi Sunaryo



Berita Terkait



Komentar