#Dinar#Rupiah

Transaksi Pakai Dinar dan Dirham pun Ramai di Lampung

( kata)
Transaksi Pakai Dinar dan Dirham pun Ramai di Lampung
Dirham bahan perak alat transaksi jual beli di pasar Muamalah Lampung. Lampost.co/Salda


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Pasar Muamalah di Depok sempat heboh karena melayani transaksi jual beli bukan dengan rupiah, melainkan menggunakan koin dinar dan dirham. Ternyata, Lampung ada pasar serupa seperti di Bandar Lampung, Lampung Selatan, dan Pringsewu.

Berdasarkan informasi yang dihimpun lampost.co, salah satunya ada di Jalan Cendana, Bataranila, Kabupaten Lampung Selatan, tepatnya di Masjid Ulul Albaab Bataranila.

Baca juga: Transaksi Pakai Dinar Dirham di Indonesia Bisa Dipidana

Untuk harga satu dinar setara dengan Rp3.920.000, satu dirham dihargai dengan Rp73.500, dan satu fulus dihargai dengan Rp3.050.

Menurut Lukman, koordinator Pasar Muamalah Lampung mengatakan alasan dibangunnya Pasar Muamalah untuk menaikkan wibawa pedagang. Selain itu koin yang didapat sendiri berasal dari Kesultanan Bintan Darul Masyhur Kepulauan Bitan.

Pasar Muamalah sendiri bertransaksi dengan menggunakan dinar, dirham, dan fulus.

"Lima kilo gram beras organik atau nonpestisida, sebesar satu dirham atau dirupiahkan Rp75 ribu, dan gula aren (gula semut) satu bungkus enam fulus atau 20 rupiah," ujarnya kepada lampost.co.

Selain itu untuk buah-buahan diantaranya satu kg alpukat seharga 6 fulus atau Rp20 ribu jika dibeli dengan rupiah.

Menyikapi hal ini Wakil Ketua Komisi III DPRD Provinsi Lampung Novirisman Subing mengimbau kepada pedagang dan masyarakat untuk menggunakan mata uang rupiah sesuai dengan UU Pasal 3 B UUD 1945 Jo. Pasal 1 angka 1 dan angka 2 pasal 2 ayat (1) sertapasal 2 ayat 1 UU.

"Masyarakat harus taat dengan UU, dan bertransaksi sesuai dengan UU itu," kata dia di Komisi III DPRD Lampung

Pihaknya juga mengarahkan agar masyarakat tidak terpengaruh oleh alat tukar tersebut, meski lebih murah namun bukan alat tukar yang sah di indonesa.

"Kita imbau agar tidak terpengaruh gunakanlah alat tukar yang sah yakni rupiah," katanya.

Winarko







Berita Terkait



Komentar