#Gedor#AngkutanDaring

Tak Capai Kesepakatan, Gedor Siapkan Aksi Lanjutan

( kata)
Tak Capai Kesepakatan, Gedor Siapkan Aksi Lanjutan
Aksi demo gedor Lampung beberapa waktu lalu. (Dok.Gaspool Lampung)

BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Presidium Gedor Lampung Miftahul Huda menegaskan pihaknya akan kembali menggelar aksi jika tuntutan yang diajukan tidak dikabùlkan oleh aplikasi transportasi daring di Lampung.

Ia menegaskan aksi demo di Bandar Lampung, Kamis, 29 Agustus 2019 lalu merupakan proses penyampaian pendapat yang sesuai aturan dan dilindungi Undang - Undang tentang kebebasan menyampaikan pendapat dimuka umum.

Menurutnya pada aksi Gedor Lampung 298 kemarin telah melalui semua tahap dan prosedur yang harus dilakukan termasuk pemberitahuan kepada kepolisian.

"Dalam hal ini pemberitahuan telah dilayangkan ke Polda Lampung dan Polresta Bandar Lampung. Jadi kami akan kembali lakukan aksi jika tuntutan tidak dipenuhi," kata dia, Sabtu, 31 Agustus 2019.

Pria yang akrab disapa Iif ini mengatakan, sehari sebelum aksi demo memang telah dilakukan mediasi dan pertemuan antara Presidium Gedor Lampung yang diwakili oleh Gaspool, DPD ADO, dan DPD PAS wilayah Lampung. Namun hasil mediasi tidak menemukan kesepakatan karena salah satu aplikator transportasi daring tetap tidak bisa bersepakat mengenai program Open PM.

"Tidak bisa menjelaskan secara pasti pungutan +2.000 pada aplikasi ditiap ordernya. Juga terkait rencana pemotongan bonus, aplikator tidak bisa menjelaskan secara pasti apakah akan diberlakukan di Lampung atau tidak," ujarnya.

Iif menambahkan mengenai bonus adalah salah satu komponen penting bagi kesejahteraan mitra transportasi daring. Sehingga memotong bonus sama saja mengurangi kesejahteraan mitra. "Seharusnya perusahaan bisa memiliki alternatif lain untuk menghadapi persaingan usaha tanpa harus mengurangi kesejahteraan mitranya," kata dia.

Karena mediasi yang dilakukan tidak mencapai titik temu, maka akhirnya Presidium Gedor Lampung tetap turun ke jalan untuk aksi menyampaikan pendapat.

"Kemudian yang paling mengecewakan adalah kehadiran kami ke kantor salah satu aplikator transportasi daring diabaikan dan tidak ditemui oleh satupun pihak manajemen. Hanya bertemu dengan Satgas yang menjaga kantor. Inilah yang menjadi kekecewaan terbesar kami dalam aksi kemarin. Seharusnya kami sebagai Mitra bisa diterima dengan baik dan bukan diabaikan seperti itu," kata dia.

Firman Lukmanul Hakim

loading...

Berita Terkait

<<<<<<< .mine
loading...
||||||| .r621
loading...
=======
>>>>>>> .r624

Komentar