#belajardirumah#belajardaring#humaniora

Tak Ada Pilihan Lain Menerapkan Belajar Daring di Tengah Pandemi

( kata)
Tak Ada Pilihan Lain Menerapkan Belajar Daring di Tengah Pandemi
Ilustrasi. Foto: Google Images


Kalianda (Lampost.co): Tidak ada pilihan bagi pemerintah untuk tetap menerapkan metode pembelajaran secara dalam jaringan (daring) atau online kepada para siswa, agar mereka tetap mendapatkan ilmu pengetahuan dan materi pembelajaran di tengah pandemi Covid-19 ini.

Plt Kepala Dinas Pendidikan Lampung Selatan Thomas Amirico kepada Lampost.co, mengaku sedih metode pembelajaran secara daring tidak dapat memberikan ketauladanan kepada siswa. Hal itu lantaran, proses pembelajaran yang dilaksanakan tidak dengan tatap muka dan tanpa mengetahui kondisi anak pada saat proses belajar.

Memang, kata Thomas, tidak ada pilihan bagi pihaknya untuk tetap menerapkan proses belajar secara daring tersebut. Karena, memang kondisi saat ini tengah masa pandemi covid-19. Sementara, para siswa wajib mendapatkan bekal berupa ilmu pengetahuan untuk mereka kelak dimasa depan.

Thomas pun secara gamblang menyatakan memang dibutuhkan materi-materi pembelajaran yang bersifat membangun untuk para siswa. Membangun dalam artian, pemberian materi yang dapat membangun karakter, meningkatkan kedisiplinan, cara berprilaku, dan sebagainya.

Salah satu contoh materi pembelajaran yang bersifat ilmu keteladanan dan selalu Ia tekankan kepada para tenaga pendidik yakni pengetahuan tentang kepahlawanan, keberhasilan, prestasi, dan narasi-narasi yang dapat membangun semangat nasionalisme dan patriotnisme anak, serta tentang ilmu religius.

"Materi-materi semacam ini dapat menjadi solusi dalam proses daring, karena hingga saat ini memang belum diberlakukannya proses belajar tatap muka. Kita harapkan, materi-materi semacam ini dapat mereka contoh dan kemudian diterapkan dalam kehidupan siswa sehari-hari," kata Thomas.

Dia pun menegaskan selama pandemi ini, aktivitas belajar-mengajar di Lampung Selatan, trennya masih terbilang normal. Salah satu langkah yang diterapkan pihak Dinas Pendidikan yakni memberikan materi-materi ringan. Namun, mudah mengerti dan dipahami para siswa.

"Standar, tapi yang sifatnya darurat materi. Nggak semua, hanya yang urgen dan penting untuk siswa. Kalau seperti biasanya, takutnya mereka jadi bosan," ujarnya.

Ia pun mengajak kepada seluruh peserta didik mulai dari PAUD-SMP untuk tetap penuh semangat dalam menimba ilmu pengetahuan, meskipun secara daring. Bahkan, untuk tendik, Thomas pun mengapresiasi karena tetap bekerja ditengah pandemi untuk mencerdaskan anak bangsa.

"Kita berdo'a bersama supaya pandemi covid -19 ini cepat berlalu. Sehingga anak-anak dapat belajar kembali seperti sediakala," ujarnya.

Disisi lain, para wali murid atau orang tua siswa di masa pandemi Covid-19 ini, pekerjaan orang tua bertambah. Seorang ibu selain harus mengurus rumah tangga juga harus membimbing anaknya belajar secara daring. 

Sementara, seorang ayah pun harus ikut membagi waktunya sebelum berangkat kerja juga membimbing anaknya belajar. Bahkan, terkadang telat masuk kantor.

"Ya, terpaksa kita harus pintar bagi-bagi waktu. Sebab, semua penting," ujar Ucok, salah seorang pegawai di Lingkup Pemkab Lamsel.

Adi Sunaryo







Berita Terkait



Komentar