Covid-19

Tak Ada Kenaikan, UMK Metro Rp2.433.381

( kata)
Tak Ada Kenaikan, UMK Metro Rp2.433.381
Kepala Disnakertrans Kota Metro, Rakhmat Zainuddin S. (Dok)


METRO (Lampost.co) -- Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kota Metro menetapkan pada 2021 Upah Minimum Kota (UMK) tidak mengalami kenaikan atau sama seperti tahun 2020. 

Kepala Disnakertrans Kota Metro Rakhmat Zainudin S mengatakan, pihaknya telah melakukan rapat bersama dengan dewan pengupahan, pemerintah, serikat pekerja dan pengusaha, dan menetapkan UMK di tahun 2021 dengan melihat kondisi pandemi Covid-19. 

"Pertimbangannya melihat pandemi yang masih terjadi sampai saat ini. Dan masukan dari pengusaha yang mengaku sejak terjadinya pandemi Covid-19 perekonomian sangat susah. Meski kita beruntung, karena di Metro tidak ada PHK," kata dia, Kamis, 17 Desember 2020.

Pada kesempatan yang sama, Kabid Ketenagakerjaan Disnakertrans Kota Metro Aprizal mengaku, penetapan UMK juga mengacu imbauan dari Kemenaker yang memperkenankan naik dan juga tetap sama atau mengacu pada besaran tahun sebelumnya. 

"Dan hasil dari rapat kita kemarin dengan dewan pengupahan kita sepakat, karena juga melihat kondisi saat ini sedang bangkit dari keterpurukan akibat pandemi, maka disimpulkan untuk UMK Metro tetap mengacu pada tahun sebelumnya," kata dia.

Adapun UMK tahun 2021 sebesar Rp2.433.381. Dan dalam waktu dekat, Disnakertrans Kota Metro akan segera menyampaikan kepada pihak-pihak terkait, perihal ketetapan besaran UMK. 

"Dari awal kita sudah memikirkan dampak pandemi ini pada sektor tenaga kerja. Dan Alhamdulillah di Kota Metro sampai saat ini tidak ada yang di PHK, hanya penyesuaian jam kerja. Tentu harapan kita, sektor usaha ini tahun depan bangkit kembali," ujarnya. 

 

Ricky Marly







Berita Terkait



Komentar