#penusukan#penganiayaan

Tak Ada Alat Refleksi di Panti Pijat TKP Penusukan di Metro

( kata)
Tak Ada Alat Refleksi di Panti Pijat TKP Penusukan di Metro
Satpol PP Kota Metro saat memeriksa izin usaha di panti pijat Rumah Refleksi Family, Senin, 25 April 2022. Lampost.co/Bambang Pamungkas


Metro (Lampost.co) -- Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) bersama Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Metro memeriksa izin operasional panti pijat Rumah Refleksi Family. Panti pijat tersebut merupakan tempat kejadian perkara percobaan pembunuhan yang menyasar salah satu pegawai beberapa waktu lalu. 

Kabid Penegak Perda Kota Metro, Yoseph Nenotaek mengatakan, pemeriksaan juga dilakukan di seluruh panti pijat di Kecamatan Metro Barat. 

"Yang kami periksa pertama Pijat Refleksi Familly," kata dia, Senin, 25 April 2022. 

Baca: Pegawai Panti Pijat di Metro Dihujani Tusukan hingga Bersimbah Darah

 

Dari pengecekan tersebut, petugas gabungan menemukan izin operasional yang disimpan bukan dari DPMPTSP Kota Metro.

"Pertama, kami di lapangan melakukan pengecekan mulai dari surat izin. Pijat Refleksi Family baru mengantongi surat izin keterangan usaha dari kelurahan atas nama Lene Mariyana. Surat izin usaha itu diterbitkan 5 Januari 2022, masih baru," ungkapnya. 

Kepada petugas, pemilik Refleksi Family yang terletak di Jalan Sutan Syahrir, Kelurahan Mulyojati, Kecamatan Metro Barat itu mengaku akan mengurus izin usahanya ke DPMPTSP.

"Mereka mengaku akan segera membuat izin ke dinas," ujarnya.

Sayangnya, kata dia, saat tim melakukan pengecekan, sama sekali tidak ditemukan alat pijat refleksi di sejumlah bilik kamar yang tersedia.

"Di lokasi ruangan refleksi itu tidak ditemukan alat-alat refleksi sesuai hasil wawancara dengan pekerja," tegasnya. 

Sebelumnya diberitakan, peristiwa percobaan pembunuhan terjadi di sebuah panti pijat di Kota Metro. Tersangka berinisial JAW (39), warga Tejoagung, Kecamatan Metro Timur menusuk salah satu pegawai panti pijat yang berada di Kelurahan Mulyojati, Kecamatan Metro Barat tersebut hingga bersimbah darah.

Belum jelas motif yang melatarbelakangi penusukan tersebut. Namun, sejumlah saksi mengatakan insiden itu dipicu kecemburuan tersangka terhadap korban sebagai kekasih gelapnya.  

Kapolsek Metro Barat, Iptu Amirul menceritakan, tersangka mendatangi korban dan memulai keributan pada pukul 06.30 WIB.

"Pria berisinal JAW datang ke Rumah Pijat Refleksi Family untuk mencari korban, Neneng alias Ririn (27)," kata dia.

Sobih AW Adnan







Berita Terkait



Komentar