#tagihanlistrik#pln#beritalampura

Tagihan Listrik Membengkak, Warga Lampura Protes ke Kantor PLN

( kata)
Tagihan Listrik Membengkak, Warga Lampura Protes ke Kantor PLN
Sejumlah warga datang ke kantor PLN memprotes tagihan listrik yang membengkak. Lampost.co/Fajar Nofitra

Kotabumi (Lampost.co): Pelanggan perusahaan listrik negara (PLN) protes atas kenaikan tagihan listrik selama pendemi covid-19 di wilayah Kotabumi, Lampung Utara. 

Pantauan Lampost,co, Kamis, 11 Juni 2020, di pelataran Kantor Unit Layanan Pelanggan (ULP) Buminabung, PLN Cabang Kotabumi banyak warga yang berasal dari rayon wilayah setempat protes atas tagihan yang dibebankan selama masa pendemi korona membengkak. Padahal pemakaian peralatan penggunaan listrik tak mengalami perubahan berarti, akan tetapi tagihan meningkat drastis dari biasanya.

"Bahkan mencapai 100% lebih, jadi ini yang kami pertanyakan. Kok bisa, padahal alat maupun instensitas pemakaiannya (listrik) tidak mengalami perubahan. Tapi tetap saja tinggi," ujar Ako, salah seorang pelanggan ditemui di kantor PLN.

Menurutnya, hal demikian terjadi berawal pada Mei-Juni 2020, meningkatkan bahkan hampir dua kali lipat dari bulan biasa. Sehingga menuai protes warga yang merupakan pelanggan listrik dari warga kepada piha PT PLN persero ULP Bumi Nabung, Cabang Kotabumi.

Selain tidak ada petugas memeriksa stand meteran listrik, juga tak tahu ada program pemeriksaan melalui sistem online (WA).

"Biasanya kalau per bulan itu hanya Rp400 ribuan saja, Rp500 ribu saja tak nyampai. Tapi ini bulan kemarin saja telah lebih Rp500 ribu dan bulan ini baru membayar hampir mencapai Rp1 juta (Juni). Sehingga kami bingung, kenapa ada kejadian ini," tambahnya.

Senada dikatakan warga lainnya, Ani. Menurutnya sejak diberlakukan pengetatan anjuran pemerintah terkait social distancing, atau pada Mei 2020 terjadi peningkatan signifikan terhadap para pelanggan PLN. Padahal di lapangan aktivitas sosial masih terjadi, sehingga sebagian besar warga masih menjalankan kegiatan.

"Ya ditempat kita kan tidak sampai ada pemberlakuan PSBB seperti ditempat lain, sehingga tidak terlalu terjadi perubahan. Namun, tetap menjaga apa yang dianjurkan, sehingga kegiatan dirumah tidak terlalu banyak. Seperti pedagang misalnya seperti kami ini, karena pemakaian tidak terlalu mengalami peningkatan," imbuhnya.

Manager ULP Bumi Nabung, PT PLN Cabang Kotabumi, Benie Adenata Rag tak menyangkal kejadian itu. Menurutnya beberapa pelanggan beberapa waktu belakang banyak datang mempertanyakan kenaikkan tagihan listrik pascabayar digunakannya. Sebab, menurutnya hal itu terjadi dengan metode rata-rata tagihan tiga bulan sebelumnya, sementara waktu menjadi dasar saat tak ada pendemi.

"Jadi perhitungannya kita pakai rata-rata 3 bulan, yakni Oktober, November, Desember 2019 menjadi landasan perhitungannya. Tapi sebenarnya secara nasional kita ada program pengecekan meteran listrik melalui sambungan media sosial," imbuhnya.
 

Adi Sunaryo



Berita Terkait



Komentar