Tewastagihutang

Tagih Utang Rp200 Ribu, Muklis Tewas Ditujah

( kata)
Tagih Utang Rp200 Ribu, Muklis Tewas Ditujah
Pelaku (baju garis putih) saat diserahkan pihak keluarga ke Polres Lampura, Sabtu malam. Hari Supriono

KOTABUMI (Lampost.co) -- Muklis (45), warga Desa Surakarta Kecamatan Abung Timur, Lampung Utara harus meregang nyawa setelah mengalami sejumlah luka tusuk senjata tajam oleh AS (40), tetangganya sendiri.

Peristiwa penganiayaan berujung maut itu terjadi di rumah pelaku di Perumahan Irigasi perbatasan Desa Sumber Agung, Kecamatan Abung Timur, Lampung Utara, Sabtu, 6 Juni 2020, sekitar pukul 17.30.

Informasi yang dihimpun lampost.co, korban menghembuskan napas terakhir di lokasi setelah mengalami luka tusuk di bagian dada, ketiak dan punggung saat menagih utang sebesar Rp 200 ribu kepada pelaku.

Menurut salah seorang warga yang enggan menyebutkan identitasnya, diketahui korban datang ke rumah pelaku sekitar pukul 16.30 bermaksud menagih utang. Namun, terjadi cekcok mulut hingga berujung perkelahian dan mengakibatkan korban terkena tusukan senjata tajam hingga akhirnya tewas di tempat.

“Iya, sempat cekcok dan berkelahi hingga korban meninggal dunia akibat luka tusuk di bagian dada, ketiak dan punggung,” ujarnya, Sabtu malam.

Sementara itu, jenazah korban telah dilarikan ke RSUD Ryacudu Kotabumi. Sedangkan rumah pelaku telah dijaga jajaran personel Polres Lampura, guna antisipasi balasan keluarga korban.

Kapolsek Abung Timur AKP Tarmuji, Lampung Utara membenarkan adanya peristiwa tersebut. "Ia benar. Peristiwa itu dilatar belakangi dengan permasalahan hutan piutang," ujarnya.

Kapolsek menambahkan, tersangka AS malam ini telah diamankan, diserahkan oleh pihak keluarga ke Polres Lampura, guna mengantisipasi kekisruhan di wilayah hukum Abung Timur.

"Tersangka sudah kita amankan tidak jauh dari TKP. Saat ini kita serahkan ke Polres Lampura. Hal itu guna antisipasi adanya kerusahan paska peristiwa tersebut," terang Tarmuji.

Pihaknya juga sudah melakukan olah TKP dan meminta keterangan sejumlah saksi-saksi atas kasus peristiwa pembunuhan tersebut.

"Kasus ini masih ditangani. Sedangkan untuk korban sendiri sudah dibawa keluarganya ke rumah duka, guna disemayamkan. Anggota juga siaga di rumah tersangka dan korban," tambahnya. 

Winarko



Berita Terkait



Komentar