#bnisyariah#ekbis#perbankan#beritalampung

Syariah Card Solusi Bijak Kelola Keuangan

( kata)
Syariah Card Solusi Bijak Kelola Keuangan
SEVP BNI Syariah Iwan Abdi (kiri), Branch Manager BNI Syariah Cabang Tanjungkarang Ariyanto Wibisono (tengah), dan Pemimpin Wilayah Jabodetabek Plus BNI Syariah Ali Muafa dalam kunjungannya Kantor BNI Syariah cabang Tanjungkarang. Lampost.co/Effran


BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Masyarakat umumnya mengidentikkan kartu kredit secara konsumtif dan pemborosan. Namun, sifat itu mulai dikikis dengan pola pembiayaan syariah yang diterapkan dalam Kartu iB Hasanah. Sebab, sistem yang dicetuskan BNI Syariah itu turut membantu penggunanya dalam mengelola keuangan secara bijak.

Senior Executive Vice President Bisnis Ritel dan Jaringan BNI Syariah, Iwan Abdi menjelaskan Kartu Pembiayaan iB Hasanah menjadi inovasi produk yang menerapkan prinsip syariah dengan sistem perhitungan biaya tetap, adil, transparan, dan kompetitif, serta tanpa bunga. Hal itu diwujudkan dalam akad kafalah, qardh, dan ijarah.

Kartu tersebut kini terus berkembang dengan bertambahnya mitra. Sehingga penggunanya bisa melakukan transaksi di berbagai kebutuhan, seperti restoran, hotel, e-commerce, tiket pesawat, hingga pembayaran uang kuliah. Bahkan, jangkauannya yang mendunia dapat diterima di 29 juta tempat usaha berlogo Master Card.

Menurutnya, syariah card tersebut memberikan solusi hasanah bagi nasabah, karena tidak bisa dibelanjakan di gerai yang menjual barang tidak halal, sehingga transaksi secara otomatis akan tertolak. "Dengan kelebihannya baik dari akad maupun terhadap transaksi non halal, terbitnya syariah card ini mendorong masyarakat untuk lebih bijak dalam mengelola keuangan," kata Iwan kepada Lampung Post, Rabu, 9 Oktober 2019.

Hasilnya, produk tersebut pun terus berkembang dengan dibukukannya nilai pembiayaan sebesar Rp352,6 miliar dari 327.083 kartu sepanjang Juni 2019. "Bahkan, dalam periode Jajuari-September terdapat peningkatan pengguna sebanyak 30.854 aplikasi yang disetujui," ujarnya.

Branch Manager Kantor Cabang BNI Syariah Tanjungkarang, Ariyanto Wibisono mengatakan secara umum Hasanah Card di Lampung tumbuh baik dengan pengguna yang mencapai 1.500 nasabah. Sebab, kartu pembiayaan itu menjadi satu-satunya produk yang berbasis syariah di Indonesia.

Menurutnya, penggunanya cukup bervariasi, seperti pegawai swasta, pemerintahan, dan pengusaha. Hanya saja, pihaknya memang tidak menawarkannya kepada setiap nasabah. "Sebab, terdapat kriteria tertentu yang diberikan, yaitu usia mininal 21 tahun dan penghasilan minimal dalam setahun mencapai Rp36 juta, serta ketentuan umum lainnya yang harus dipenuhi," ujar dia.

Sementara itu, pengguna Kartu iB Hasanah, Ade Meiliana mengatakan menganggap produk tersebut sebagai kartu hijrah. Sebab, sistem syariah dengan akad-akadnya memberikan keuntungan lebih bagi pengguna. Bahkan, kendati berjenis kartu kredit produk tersebut pun tidak mengajak nasabahnya untuk konsumtif.

"Justru syariah card ini mengajak nasabah untuk ke arah yang hasanah. Artinya, mendorong untuk kebaikan dengan tidak bersifat boros. Sehingga, nasabah bisa bijak membelanjakan uangnya, karena ada limit penggunaannya. Kemudian, jika kita bayar tagihan tepat waktu dan secara penuh pun akan diberikan diskon biaya bulanan," katanya.

Effran Kurniawan







Berita Terkait



Komentar