#pcr#bandara

Syarat PCR Pesawat Ditakutkan Bikin Capaian Wisata Lampung Anjlok

( kata)
Syarat PCR Pesawat Ditakutkan Bikin Capaian Wisata Lampung Anjlok
Petugas sedang mengarahkan penumpang pesawat sebelum memasuki Bandara Radin Inten II, Lampung. Lampost.co/Sukisno


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Pemberlakuan tes usap PCR pada angkutan penerbangan dinilai memberatkan para pengguna jasa transportasi udara. Banyak pihak berharap syarat itu diganti tes antigen karena dianggap lebih murah.

Saat ini harga PCR di Lampung Rp525.000 (2×24jam). Pemerintah pusat telah mengusulkan harga PCR Rp300.000 untuk 3×24jam.

Ketua Asosiasi Hospitality Leaders Indonesia (AHLI) Provinsi Lampung, Hadori Rosadi mengatakan, sebagai organisasi yang menaungi usaha perhotelan, makan dan minum, perjalanan wisata, dan lembaga pendidikan tinggi pariwisata menyarankan kemudahan syarat calon penumpang demi mendorong kebangkitan sektor transportasi dan pariwisata. 

"Pemberlakuan PCR masih memberatkan masyarakat, khususnya wisatawan yang ingin berkunjung ke Lampung," katanya, Rabu, 27 Oktober 2021.

Baca: Naik Pesawat Wajib PCR, Ini Wilayah yang Masih Boleh Pakai Antigen

 

Menurut Hadori, jika syarat transportasi udara dipersulit maka khawatir bisa berdampak kepada keengganan pelancong untuk berpergian keluar masuk daerah. 

"Saat ini geliat pariwisata mulai tumbuh, sebaiknya pemerintah juga mendukung hidupnya pariwisata agar ekonomi bisa bangkit," katanya.

Ia menyarankan, PCR lebih baik diutamakan untuk wisatawan luar negeri karena ancaman gelombang ketiga berasal dari luar.

"Kita siap menyambut libur Natal dan Tahun Baru 2022, saat ini pelaku usaha hotel dan restoran sudah menerapkan protokol kesehatan (Prokes) pencegahan covid-19 secara ketat, mempunyai sertifikat CHSE, dan aplikasi PeduliLindungi," katanya.

Sementara itu, Executive General Manager (EGM) Bandara Radin Inten II, M Hendra Irawan mengatakan, pihaknya mengikuti regulasi aturan dari pusat. Untuk layanan PCR Drive Thru di Bandara Radin Inten II belum tersedia. Oleh sebab itu calon penumpang diminta untuk melakukan pengecekan PCR di klinik atau laboratorium yang sudah terdaftar di Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI dan terkoneksi dengan Aplikasi PeduliLindungi.

"Kita ikut kebijakan dan aturan yang berlaku," katanya

Sesuai Surat Edaran (SE) Menteri Perhubungan No. 88 tahun 2021 dan SE Satgas Covid-19 No. 22 tahun 2021 menyatakan untuk wilayah dari/menuju/antar bandar udara di pulau Jawa dan Bali serta daerah yang dengan PPKM Level 4 dan 3 disyaraktkan sudah divaksin dosis 2, hasil negatif tes RT-PCR 2x24 jam. Sementara dari dan menuju bandar udara diluar pulau Jawa dan Bali serta daerah dengan PPKM 2 dan 1 syaratnya hasil negatif RT-PCR 2x24 jam atau hasil negatif tes antigen 1x24 jam.

Bagi pelaku perjalanan udara usia dibawah 12 tahun diperbolehkan wajib didampingi oleh orangtua/keluarga dibuktikan dengan kartu keluarga serta memenuhi persyaratan tes covid-19.

Gubernur Lampung Arinal Djunaidi telah mengeluarkan Surat Edaran Nomor: 045.2/3692/V.13/Tahun 2021 tentang pengendalian transportasi bagi pelaku perjalanan domestik di wilayah PPKM Covid-19 di Provinsi Lampung tertanggal 22 Oktober 2021. 

Pada poin kedua menyatakan pelaku perjalanan dalam negeri (PPDN) dengan moda transportasi udara ke Lampung dapat menunjukan surat keterangan hasil tes negatif antigen (H-1) dengan syarat sudah vaksin dosis kedua, atau surat keterangan hasil negatif PCR (H-2) jika baru mendapatkan vaksin pertama. Pelaku perjalanan kewilayah di luar Lampung mengikuti aturan yang berlaku di daerah tujuan. 

Sobih AW Adnan







Berita Terkait



Komentar