#covid-19indonesia

Syarat KTP Domisili Peserta Vaksinasi Covid-19 Dihapus

( kata)
Syarat KTP Domisili Peserta Vaksinasi Covid-19 Dihapus
Ilustrasi. Medcom.id


Jakarta (Lampost.co) -- Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menghapus syarat menggunakan kartu tanpa penduduk (KTP) domisili kepada peserta vaksinasi covid-19. Upaya itu memudahkan masyarakat menerima vaksin.

 

“Pos pelayanan dapat memberi pelayanan kepada semua target sasaran tanpa memandang domisili atau tempat tinggal pada KTP,” kata pelaksana tugas (Plt) Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes Maxi Rein Rondonuwu dalam keterangan tertulis, Jumat, 25 Juni 2021.

Keputusan itu diatur dalam Surat Edaran Nomor HK.02.02/I/1669/2021 tentang Percepat Pelaksanaan Vaksinasi Covid-19 melalui Kegiatan Pos Pelayanan Vaksinasi dan Optimalisasi Unit Pelaksana Teknis (UPT) Vertikal Kementerian Kesehatan. Beleid itu ditujukan kepada seluruh direktur Rumah Sakit Vertikal Kemenkes, sekretaris Badan PPSDM Kesehatan, seluruh direktur Poltekkes, dan seluruh kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan.

Maxi menyebut percepatan vaksinasi covid-19 dapat dilakukan melalui kegiatan pos pelayanan vaksinasi dan bekerja sama dengan TNI, Polri, dan organisasi masyarakat. Kemudian, Unit Pelaksana Teknis (UPT) Vertikal Kementerian Kesehatan, seperti Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP), RS Vertikal, Poltekkes, serta peran aktif dunia usaha.

“Kebutuhan vaksin dan logistik vaksinasi covid-19 disediakan Kemenkes sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” ujar dia.

Vaksin dan logistik yang didistribusikan pada setiap termin dapat dimanfaatkan untuk pemberian vaksinasi dosis ke 1 dan dosis ke 2. Terutama, bagi masyarakat yang harus datang langsung ke tempat pelayanan vaksinasi.

“Mempertimbangkan interval vaksin covid-19 Sinovac dosis 1 ke 2 adalah 28 hari dan vaksin covid-19 AstraZeneca adalah 8 hingga 12 minggu, maka tidak perlu menyimpan vaksin untuk dua dosis pada waktu yang bersamaan,” papar Maxi.

Vaksin untuk Indonesia

Dalam upaya mendukung vaksinasi di Tanah Air, Media Group bersama Slank menggelorakan kampanye sosial bertajuk "Vaksin untuk Indonesia". Kampanye ini adalah upaya untuk bersama-sama bangkit dari pandemi dan memupuk optimisme menuju normal baru dengan terus menjaga kesehatan fisik dan mental. Vaksin dalam tajuk ini bukan saja berarti "obat" atau "anti-virus", tetapi juga upaya untuk menguatkan kembali mental dan spirit kita di tengah kesulitan akibat pandemi.

"Slank dan Media Group bikin gerakan yang bertema 'Vaksin untuk Indonesia'. Berharap lewat musik dan dialog, acara ini bisa menyemangati dampak pandemi yang mengenai kehidupan kita, supaya tetap semangat. Kita hibur supaya senang, supaya imun kita naik juga. Mengajak masyarakat untuk jangan takut untuk divaksin. Ini salah satu solusi untuk lepas dari pandemi," terang drummer Slank, Bimo Setiawan Almachzumi alias Bimbim.

Program "Vaksin untuk Indonesia" tayang di Metro TV setiap hari Jumat, pukul 20:05 WIB. Dalam tayangan ini, Slank bukan saja menyuguhkan musik semata, tetapi juga menampilkan perjalanan ke sejumlah tempat dan berinteraksi dengan masyarakat dari berbagai latar belakang sosial.

Winarko







Berita Terkait



Komentar