#uuite#aklilampung#beritalampung#persidangan

Syamsul Arifin Tak Mengenali Saksi Yang Dihadirkan Jaksa

( kata)
Syamsul Arifin Tak Mengenali Saksi Yang Dihadirkan Jaksa
Suasana persidangan kasus UU ITE di Pengadilan Negeri Kelas IA, Tanjungkarang. Foto: Febi Herumanika


Bandar Lampung (Lampost.co): Sidang lanjutan mantan Ketua Asosiasi Kontraktor Listrik Indonesian (AKLI) Lampung, Syamsul Arifin, kembali digelar di Pengadilan Negeri Tanjungkarang, Rabu, 21 Oktober 2020.

Jaksa menghadirkan saksi atas nama Ahmad Muzakir. Di persidangan Majelis Hakim Jhony Butar Butar menanyakan ponsel apa yang digunakan saksi pada saat menerima SMS dari terdakwa pada saat itu, saksi menjawab ponsel Samsung.   

Majelis Hakim kembali menanyakan apa isi dari ponsel tersebut, saksi lantas menjawab tidak ingat apa saja isinya.

Baca juga: Jalani Sidang Perdana, Syamsul Arifin Didakwa Pasal Berlapis

Hakim kembali menanyakan bagaimana proses pengambilan tulisan SMS yang dilakukan oleh penyidik dan dimana lokasinya, saksi menjawab di Polresta. Saat itu penyidik berhadapan dengan dia (saksi) dan penyidik meminta ponsel.

"Saya kasihkan, setelah itu dia berdiri pergi ke belakang (ke ruangan) lain selanjutnya ponsel saya dikasihkan lagi," katanya.

" Di apakan ponsel saudara," tanya hakim Jhonny. Saksi menjawab "saya tidak melihat" katanya. 

Hakim menanyakan apakah kenal dengan terdakwa dan dapat nomor ponsel dari mana. Apakah diberikan secara langsung atau didapat melalui kertas, saksi menjawab "kenal, karena hubungan kerja, saya simpan," kata dia. 

Hakim Anggota Dina Pelita Asmara kembali menanyakan apa kira yang diharapkan terdakwa dari mengirim SMS kepada saksi, apa mungkin meminta jawaban. "saya tidak membalas, tidak merespon waktu itu atau dikemudian hari juga tidak membalas," katanya.

"Saya juga dapat SMS begitu, saya juga tidak tahu apa maksudnya," kata saksi.

Menanggapi hal itu Syamsul Arifin selaku terdakwa membantah jika dia pernah mengirim SMS seperti yang dikatakan saksi saat memberi keterangan. Bahkan Syamsul Arifin tidak mengenal saksi yang dihadirkan Jaksa.

"Saya tidak kenal dia, saya tidak mengrimkan SMS kepada dia," kata terdakwa.

Jono Parulian Sitorus selaku kuasa hukum terdakwa beberapa kali di persidangan meminta Majelis Hakim mencatat dalam berita acara persidangan jika di persidangan tidak pernah ada barang bukti yang dihadirkan.

"Mohon yang mulia dicatatkan dalam berita acara persidangan, tidak ada barang bukti berupa HP dari saksi ini," kata Jono Parulian Sitorus.

Menanggapi permintaan kuasa hukum, Hakim Ketua mengiyakan dan mencatat apa yang disampikan tersebut. "Iya kami catat tenang saja," kata Hakim.

Perkata ini kan isntrumenya tentang ponsel, tetapi dalam pembuktian Jaksa baik dalam berkas yang ada tidak ada ponsel yang di potret sepeti yang dijelaskan, bahkan 4 saksi lainya pun sama tidak ada ponsel yang dikatakan dalam berkas tersebut.

Adi Sunaryo







Berita Terkait



Komentar