#persidangan#uuite#beritalampung

Syamsul Arifin Bantah Kirim SMS ke Napoli

( kata)
Syamsul Arifin Bantah Kirim <i>SMS</i> ke Napoli
Suasana persidangan kasus UU ITE yang menyeret ketua AKLI Lampung. Lampost.co/Febi Herumanika


Bandar Lampung (Lampost.co): Jaksa Penuntut Umum (JPU) menghadirkan tiga saksi di persidangan perkara Ketua Asosiasi Kontraktor Listrik Indonesian (AKLI) Lampung atas nama Syamsul Arifin. Salah satu saksi yang dihadirkan merupakan Napoli selaku pelapor dalam kasus ini.

Dalam keterangan di persidangan, Napoli mengatakan bahwa pada 7 Februari 2013 dia menerima pesan singkat atau short message service (SMS) dari terdakwa Syamsul Arifin, isi dari SMS itu menurut dia sangat merendahkan martabatnya sebagai manusia. 

Baca juga: Jalani Sidang Perdana, Syamsul Arifin Didakwa Pasal Berlapis

"Saya menerima SMS pada tanggal 7 Februari 2013. Yang saya tahu SMS dari Syamsul Arifin, isinya menurut saya sangat merendahkan saya, sangat merendahkan martabat saya sebagai manusia. Hal itu membuat saya kesal. Saya minta klarifikasi apa maksudnya tapi tidak dibalas," kata Napoli, Selasa, 20 Oktober 2020 di persidangan.

Apa isinya (SMS) itu? Tanya Hakim ketua Jhonny Butarbutar. Saksi Napoli pun menjawab "saya dikatakan sarjana tolol, dikatakan begok dan lain lain," katanya.

Hakim kembali menanyakan apa yang saudara (Napoli) alami setelah menerima SMS tersebut?dijawab saksi "saya tertekan pak, pekerjaan saya terganggu sama kawan-kawan saya malu. Dia menyebarkan itu kepada yang lain lain," kata saksi Napoli.

Menanggapi keterangan saksi Napoli, di penghujung sidang terdakwa Syamsul Arifin mengungkapkan bahwa dia tidak pernah mengirim SMS kepada saksi Napoli.

Baca juga: Buronan Syamsul Arifin Dilimpahkan ke Kejati

"Saya tidak pernah mengirim SMS kepada orang ini," kata Syamsul Arifin.

Usai memberi keterangan di persidangan, Napoli berharap kasus ini berjalan sebagaimana mestinya hukum yang setimpal. Menurut Napoli dalam kasus ini sebtulnya dia telah lupa bukan berarti memaafkan.

"Seiring berjalanya waktu sebenarnya saya sudah lupa dengan persoalan ini. Saya juga bukan orang pendendam saya pikir sudah lah persoalan ini tapi bukan berarti memaafkan. Tiba-tiba surprise banget kepolisian hebat banget. Saya tidak tahu ada masalah apa tiba-tiba ada seperti ini (penangkapan Syamsul Arifin) surprise," kata Napoli.

David Sihombing selaku pengacara terdakwa Syamsul Arifin mengatakan terdakwa menyangkal bahwa SMS tersebut dia yang mengirim, termasuk barang bukti menurut keterangan di persidangan tidak disita dari saksi Napoli Situmorang.

"Itu kan tidak bisa dirubah lagi sudah fakta, dengan begitu kami sangat yakin tidak akan terbukti dalam putusan. Kami yakin klien kami tidak akan bisa dibuktikan oleh Jaksa, terbukti dari saksi-saksi di persidangan fakta itu. Saksi katakan tidak pernah melihat terdakwa mengirim SMS dan termasuk handphone tidak ada dalam persidangan," ujarnya.

Adi Sunaryo







Berita Terkait



Komentar