#nuansa#matisyahid#haji#setitikair

Syahid

( kata)
Syahid
Ilustrasi. (Google Images)

KABAR duka datang dari Tanah Suci. Salah tokoh atau ulama di negeri ini, Kiai Haji Maimoen Zubair atau akrab dipanggil Mbah Moen, yang juga seorang politikus Indonesia, menghadap Sang Khalik ketika melaksanakan ibadah haji di Mekah.

Mbah Moen (90) merupakan Pengasuh Pondok Pesantren Al-Anwar Sarang, Rembang, dan menjabat sebagai Ketua Majelis Syariah Partai Persatuan Pembangunan hingga ia wafat. Ia dimakamkan di permakaman Mekah dengan iringan doa sejumlah ulama baik di Arab Saudi maupun dari Tanah Air.

Bahkan, ribuan santri di Pondok Pesantren Attaujieh Al Islamy, Dusun Leler, Desa Randegan, Kecamatan Kebasen, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, pada Selasa (6/8/2019) malam menggelar salat gaib untuk mendoakan Mustasyar PB NU Maimoen Zubair yang wafat di Mekah. Di beberapa daerah juga para santri mengirimkan doa, termasuk di Lampung dan para warganet.

Banyak dari kita, umat muslim, mengharapkan agar bisa berpulang ketika berada di Tanah Suci, karena konon kabarnya tergolong sebagai mati syahid. Syahid atau syuhada jamaknya merupakan salah satu terminologi dalam Islam yang artinya adalah seorang muslim yang meninggal ketika berperang atau berjuang di jalan Allah membela kebenaran atau mempertahankan hak dengan penuh kesabaran dan keikhlasan untuk menegakkan agama Allah. Mereka yang menyandang syahid akan diberikan tempat khusus oleh Allah.

Namun, tentu saja tidak elok jika sengaja berdoa atau bahkan mengorbankan jiwa demi syahid yang sejatinya hal itu (syahid) hanya bisa ditentukan oleh Allah Swt saat berada di Tanah Suci. Apalagi, menghilangkan nyawa saat belum waktunya tiba justru dimurkai Sang Khalik. 

Sebab, setiap insan telah ditentukan takdirnya, kelahirannya, kematiannya, jodoh, dan rezekinya. Termasuk kematian, tak ada yang mengetahuinya secara pasti, namun itu pasti datang, entah kapan, di mana, dan dengan cara apa.

“Maka, jika datang waktu kematian mereka, tidak bisa mereka tunda dan mendahulukannya sedetik pun.” (QS An-Nahl: 61). “Dialah Allah yang menciptakan kematian dan kehidupan, untuk menguji siapa di antara kalian yang terbaik amalnya.” (QS Al-Mulk: 2)

Misteri kematian ini membuat kita harus mempersiapkan diri setiap saat dan berdoa agar kelak bisa menghadap Allah 'Azza wa Jalla dalam keadaan baik, husnul khatimah. Selamat jalan, Mbah Moen.

Sri Agustina/Wartawan Lampung Post



Berita Terkait



Komentar