#KAPAL#KANDAS#BERITALAMSEL

Syahbandar  Selidiki Penyebab KMP Dorothy Kandas

( kata)
Syahbandar  Selidiki Penyebab KMP Dorothy Kandas
KMP Dorothy. (Dok)


Kalianda (Lampost.co) -- Setelah kandas selama lima jam di Perairan Pulau Merak Besar,  Kapal Motor Penumpang (KMP) Dorothy berhasil ditarik oleh kapal tunda tugboat ke dermaga V Pelabuhan Merak, Kamis 25 Februari 2021 sekitar pukul 00.45 WIB. 

Humas PT ASDP cabang Bakauheni Saiful Maslul Harahap membenarkan insiden tersebut. Menurutnya, kapal berangkat dari Pelabuhan Bakauheni menuju Pelabuhan Merak, Rabu 24 Februari 2021  pukul 16.45 WIB. Namun, saat menunggu giliran masuk dermaga di Pelabuhan Merak sekitar pukul 19.45 WIB, tiba tiba kapal tersebut terseret arus ke perairan dangkal sekitar pulau Merak Besar.

"Kapal kandas dekat bouy (alat pendeteksi tsunami). Kapal berhasil ditarik tugboat lima jam kemudian," kata Saiful melalui pesan WhatsApp, Kamis 25 Februari 2021.

Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas V Bakauheni, Iwan Syahrial, membenarkan KMP Dorothy kandas. Saat ini, ujar Iwan, kapal tersebut belum diizinkan beroperasi karena masih dalam pemeriksaan KSOP kelas 1 Banten.

"Masih diperiksa Syahbandar Banten. Kapal kandas itu alami kerusakan ataukah kandas karena kelalaian nakhoda. Masih ditelusuri penyebabnya," pungkasnya.

Sementara berdasarkan Stasiun Meteorologi Maritim kelas I1 Banten, kondisi perairan Selat Sunda Bagian Utara yang merupakan jalur feri lintas Merak-Bakauheni menyebutkan, prakiraan cuaca Prakiraan Area Pelayanan Cuaca Hujan Sedang dengan arah angin yang bertiup dari Barat Daya ke Barat Laut berkecepatan 1 - 20 Knot. Sedangkan gelombang laut rendah 0.50 - 1.25 meter. 

Stasiun Meteorologi Maritim kelas I Banten memperingatkan,  waspada gelombang laut dengan ketinggian 2.5 - 4.0 meter dengan kecepatan angin 1 - 30 knot di wilayah perairan Selat Sunda bagian Selatan dan Perairan Selatan Banten yang beresiko tinggi terhadap Perahu Nelayan, Kapal Tongkang, dan Kapal Ferry. 

Waspada gelombang laut dengan ketinggian 4.0 - 6.0 meter dengan kecepatan angin 1 - 30 knot di wilayah Samudera Hindia Selatan Banten yang berisiko tinggi terhadap semua jenis Kapal.
 

Wandi Barboy







Berita Terkait



Komentar