#syahbandar#PTLIP#kerukpasir#GAK

Syahbandar Keluarkan Izin Olah Gerak Kapal Keruk PT LIP

( kata)
Syahbandar Keluarkan Izin Olah Gerak Kapal Keruk PT LIP
Foto dok Lampost.co

Bandar Lampung (Lampost.co) -- Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IV Bakauheni telah mengeluarkan izin Olah Gerak Kapal yang akan digunakan PT Lautan Indonesia Persada (LIP) untuk berlayar guna mengeruk pasir laut di sekitar kepualauan sebesi. Pengerukan pasir berpotensi terjadi di dekat Cagar Alam Laut Gunung Anak Krakatau (GAK) sejak 26 Desember 2019.

Kepala Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IV Bakauheni, Iwan Syahrial membenarkan hal tersebut.

"Iya benar, Izin Olah Geraknya kita keluarkan, karena mereka sudah punya Surat Izin Berlayar (SIB), izin olah gerak bisa tidak dikeluarkan kalau kondisi cuaca tidak memungkinkan dan adanya putusan pengadilan," ujarnya, Jumat, 27 Desember 2019.

Terkait polemik penolakan dari berbagai elemen masyarakat dan NGO, KSOP hanya menjalankan prosedur yang ada dan bersifat adminisrratif.

"Kalau soal itu, kewenangannya di pemprov, soal izin dan lain-lain. Kami hanya menjalankan SOP," katanya.

Sementara perwakilan dari masyarakat dari LSM Raja Amak Lampung Selatan Ruslan mengatakan saat ini kapal keruk beserta tongkangnya masih berada di sekitar pelabuhan Bakauheni, dan belum bergerak ke perairan Pulau Sebesi.

"Ormas yang awalnya hendak mengawal, sudah pulang karena kita sampaikan persuasif. Ini kepentingan masyarakat, kondisi terumbu karang, biota laut,dan bahaya GAK. Apalagi sudah tidak diperbolehkan menambamg pasir sesuai perda Nomor 1 tahun 2018 tentang RZWP3 K, kami bakal kawal terus," ungkapnya.

 

Setiaji Bintang Pamungkas



Berita Terkait



Komentar