#rekordunia

Suster Andre, Manusia Tertua di Dunia Meninggal pada Usia 118 Tahun

( kata)
Suster Andre, Manusia Tertua di Dunia Meninggal pada Usia 118 Tahun
Lucile Randon atau Suster Andre diakui sebagai manusia tertua di dunia oleh Guinness World Records pada April 2022. (AFP PHOTO/NICOLAS TUCAT)


Paris (Lampost.co) -- Orang tertua di dunia yang terkonfirmasi saat ini, biarawati Lucile Randon dari Prancis, meninggal pada usia 118 tahun.

Randon, yang dikenal juga dengan Suster Andre, lahir di Prancis selatan pada 11 Februari 1904, ketika Perang Dunia I masih satu dekade lagi.

"Beliau meninggal dalam tidurnya di panti jompo di Toulon," kata juru bicara panti jompo Sainte-Catherine-Laboure, David Tavella, dilansir dari AFP, Rabu, 18 Januari 2023.

"Ada kesedihan yang luar biasa tapi hal itu adalah keinginannya, untuk bergabung dengan kakak tercintanya. Baginya, ini adalah pembebasan," sambung Tavella.

Biarawati itu lama dipuja sebagai orang Eropa tertua, sebelum kematian Kane Tanaka Jepang pada usia 119 tahun, yang kemudian menjadikannya orang yang paling lama hidup di Bumi.

Guinness World Records secara resmi mengakui statusnya pada April 2022.

Randon lahir ketika kota New York membuka kereta bawah tanah pertamanya dan saat Tour de France hanya dipentaskan sekali. Dia dibesarkan dalam keluarga Protestan sebagai satu-satunya anak perempuan di antara tiga bersaudara, yang tinggal di kota selatan Ales.

Salah satu kenangan terindahnya adalah kembalinya dua saudara laki-lakinya pada akhir Perang Dunia I. Ia mengungkapkan hal tersebut kepada AFP dalam sebuah wawancara pada hari ulang tahunnya yang ke-116.

"Jarang, dalam keluarga, biasanya ada dua yang mati daripada dua yang hidup. Mereka berdua kembali," katanya.

BACA JUGA: Orang Tertua di Dunia Meninggal di Jepang Pada Usia 119 Tahun

Randon bekerja sebagai pengasuh di Paris untuk anak-anak dari keluarga kaya. Ia menyebut periode itu sebagai waktu paling bahagia dalam hidupnya.

Ia masuk Katolik dan dibaptis pada usia 26 tahun. Didorong keinginan untuk "melangkah lebih jauh," dia bergabung dengan ordo biarawati Daughters of Charity pada usia yang relatif terlambat yaitu 41 tahun.

Suster Andre kemudian ditugaskan ke sebuah rumah sakit di Vichy, tempat dia bekerja selama 31 tahun. Di kemudian hari, dia pindah ke Toulon di sepanjang pantai Mediterania.

Hari-harinya di panti jompo diselingi dengan doa, waktu makan, dan kunjungan dari penghuni dan pekerja rumah sakit. Dia juga menerima banyak surat, hampir semuanya dia tanggapi. Pada 2021, Suster Andre selamat dari Covid-19, yang menginfeksi 81 penghuni di panti jomponya.

Randon mengatakan, pekerjaan dan kepeduliannya terhadap orang lain membuatnya tetap sehat.

"Orang-orang mengatakan pekerjaan seperti ini dapat membunuh. Tapi bagi saya, pekerjaan membuat saya tetap hidup. Saya terus bekerja sampai saya berusia 108 tahun," katanya kepada wartawan pada bulan April tahun lalu.

Meski buta dan bergantung pada kursi roda, Suster Andre biasa merawat orang tua lain yang jauh lebih muda dari dirinya.

"Orang-orang harus saling membantu dan mencintai satu sama lain daripada membenci. Jika kita berbagi semua itu, segalanya akan jauh lebih baik," ujar Suster Andre.

Tetapi biarawati Katolik itu telah menolak permintaan seikat rambut atau sampel DNA untuk penelitian. Ia mengatakan hanya Tuhan yang baik yang tahu rahasia umur panjangnya.

"Kemungkinan, orang tertua baru di Prancis saat ini adalah Marie-Rose Tessier yang berusia 112 tahun, seorang wanita dari Vendee," kata pakar umur panjang Laurent Toussaint kepada AFP.

Tetapi Toussaint memperingatkan selalu ada kemungkinan orang yang bahkan lebih tua ada di dunia ini, namun belum muncul ke permukaan. Jeanne Calment, yang meninggal pada 1997 di Arles, Prancis selatan, pada usia 122 tahun memegang rekor usia tertua yang pernah dicapai oleh manusia mana pun.

Effran Kurniawan








Berita Terkait



Komentar