surveikrisisekonomijokowi

Survei: Publik Percaya Jokowi Mampu Bawa Indonesia Keluar dari Krisis

( kata)
Survei: Publik Percaya Jokowi Mampu Bawa Indonesia Keluar dari Krisis
Presiden Joko Widodo. Medcom.id


Jakarta (Lampost.co) -- Masyarakat dinilai masih menaruh kepercayaan besar kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi). Kepala Negara diyakini mampu membawa Indonesia keluar dari krisis ekonomi akibat covid-19.

Survei terbaru Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) menunjukkan sekitar 75 persen responden percaya Presiden Jokowi mampu membawa Indonesia keluar dari krisis ekonomi akibat wabah covid-19. Sedangkan 18 persen responden tidak percaya.

"Tingginya tingkat keyakinan ini terlihat di survei-survei SMRC sepanjang Mei-Desember 2020,” kata Direktur Eksekutif SMRC, Sirojudin Abbas, dalam konferensi pers virtual Sentimen Publik Nasional terhadap Kondisi Ekonomi-Politik tahun 2020 dan Prospek 2021, Selasa, 29 Desember 2020.

Keyakinan ini sejalan dengan kepuasan responden terhadap kinerja Presiden Jokowi, terutama selama pandemi covid-19 mewabah di Indonesia. Tingkat kepuasan responden sekitar 74 persen.

"Yang merasa kurang atau tidak puas sama sekali hanya sekitar 23 persen," ungkap dia.

Keyakinan ini juga berhubungan dengan kepuasan responden terhadap kinerja pemerintahan secara umum menangani krisis ekonomi akibat covid 19. Kepuasan

Selain itu, kepuasan responden terhadap kinerja pemerintah menangani krisis ekonomi akibat covid 19 mencapai 57 persen. Sedangkan, 39 persen responden tidak puas dengan penanganan covid-19.

“Kepercayaan membaiknya kondisi ekonomi ini tampaknya berhubungan dengan keyakinan masyarakat bahwa Pemerintahan Jokowi sudah menangani krisis ekonomi dengan baik,” ujar dia.

Survei dilakukan pada 23-26 Desember 2020 dengan melibatkan 1.202 responden. Pemilihan responden dilakukan secara acak (random sampling).

Survei dilakukan melalui wawancara telepon. Margin of error survei diperkirakan lebih kurang 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Winarko







Berita Terkait



Komentar