keuangan

Survei: Orang Tua di Asia Butuh Edukasi untuk Kelola Keuangan

( kata)
Survei: Orang Tua di Asia Butuh Edukasi untuk Kelola Keuangan
dok Lampost.co


Jakarta (Lampost.co) --  Tiga dari empat orang tua tidak yakin dengan keberhasilan mereka dalam mendidik pengelolaan keuangan anak-anaknya. Hal itu berdasarkan sebuah penelitian yang digelar oleh Eastspring Investments. 

Studi Money Parenting perdana Eastspring (#MoneyParenting) menyurvei 10 ribu orang tua di sembilan pasar Asia untuk mengeksplorasi bagaimana orang tua mendidik anak mereka tentang tanggung jawab finansial.

Temuan ini memberikan pandangan yang komprehensif tentang persepsi, kebiasaan dan pengetahuan di antara orang tua Asia tentang pendidikan keuangan, bagaimana sikap dan keyakinan tentang keuangan ini diturunkan kepada anak-anak mereka.

"Studi tersebut mengungkapkan bahwa lebih dari setengah (51%) dari semua orang tua yang disurvei mengatakan bahwa mereka tidak tahu apakah mereka telah menjadi guru dan teladan yang sukses bagi keturunan mereka," kata Professor of Marketing and Consumer Behaviour, Nanyang Business School Mansur Khamitov dalam webinar yang diselenggarakan, Senin 23 November 2020.

Pada saat yang sama, hampir semua (95%) orang tua yang disurvei setuju bahwa pentingnya untuk mengajari anak-anak mereka tentang cara menggunakan dan mengelola uang. Adapun, hampir setengah (43%) orang tua yang disurvei ingin meningkatkan pengetahuan keuangan mereka sendiri untuk menjadi panutan dan guru yang lebih baik.

"Banyak yang tertarik pada alat pembantu dalam mengajari anak - anak untuk menggunakan dan mengelola uang dengan lebih baik, termasuk aplikasi seluler, program TV, situs web, dan lokakarya yang dapat mereka hadiri bersama anak mereka," ujarnya.

Dari penelitian tersebut, Eastspring mengembangkan Indeks Keyakinan Money Parenting, menunjukkan indeks kepercayaan rata-rata 0,65 di antara sembilan pasar Asia yang disurvei. Indeks tersebut berkisar dari 0,01 hingga 1,00 dengan skor 1,00 yang menunjukkan bahwa orang tua sangat percaya diri dalam mengajar anak mereka mengenai hal uang. Hasilnya, orang tua di Indonesia (0,73) dan Thailand (0,71) memiliki keyakinan tinggi tentang keberhasilan upaya Money Parenting mereka, sedangkan orang tua di Jepang (0,5) dan Korea Selatan (0,59) mencatat tingkat kepercayaan paling rendah.

"Orang tua di Indonesia dan Thailand adalah yang paling yakin tentang keberhasilan mereka dalam mendidik anak dalam pengelolaan uang," ucapnya.

Pada kesempatan yang sama, Chief Executive Officer the Asianparent Roshni Mahtani mengungkapkan, pengelolaan finansial harus diajarkan sedini mungkin. Ia berbagi pengalamannya yang mulai mendidik anaknya untuk mengelola uang sejak usia 3 tahun.

"Kita harus melibatkan anak dalam pembahasan perencanaan finansial. Saya dan suami sama-sama CEO, dan di rumah kami terbiasa membahas hal-hal berbau finansial di depan anak. Kita harus membiasakan anak-anak berkutat dengan angka. Banyak hal yang bisa dilakukan, mulai dari mengajarkan melalui permainan, atau dalam kehidupan sehari-hari," ucapnya.

Ia juga menilai, sekolah perlu mengambil peran dalam mendidik anak untuk pengelolaan finansial. Mengomentari hasil penelitian Presiden Direktur Grup Eastspring Investments Seck Wai-Kwong mengatakan, pihaknya menjadikan inklusi dan literasi keuangan sebagai topik utama.

"Kami bersemangat untuk mendidik generasi berikutnya sehingga anak - anak dapat memahami nilai uang dan mampu membuat keputusan finansial yang terinformasi untuk melindungi masa depan mereka," tandasnya.

 

Media Indonesia







Berita Terkait



Komentar