#survei #viruskorona #covid-19 #pandemicovid-19

Survei IPI: 60% Responden Ingin Pemerintah Fokus Tangani Pandemi

( kata)
Survei IPI: 60% Responden Ingin Pemerintah Fokus Tangani Pandemi
Ilustrasi Medcom.id


Jakarta (Lampost.co) -- Mayoritas dari 1.200 responden survei meminta pemerintah memprioritaskan penanganan pandemi virus korona (Covid-19) ketimbang ekonomi. Hal tersebut terbukti dari jajak pendapat Indikator Politik Indonesia (IPI)

“Hasil survei kami menunjukkan 60,4 persen responden minta pemerintah memprioritaskan kesehatan,” kata Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi, dalam konferensi pers daring di Jakarta, Minggu, 18 Oktober 2020. 

Burhanuddin menyebut hanya 36,2 persen responden yang ingin sektor ekonomi diprioritaskan. Sementara itu, sisa responden mengaku tidak tahu atau tidak menjawab.

Dia membandingkan survei teranyar dengan survei pada Mei dan Juli 2020. Keinginan responden ternyata fluktuatif.

Survei Indikator Politik Indonesia pada Mei 2020 menunjukkan 60,7 persen responden ingin penanganan pandemi diprioritaskan. Sedangkan 33,9 persen responden lain ingin masalah ekonomi diutamakan.

Menariknya, kata Burhanuddin, tren itu berubah pada Juli 2020. Ada 47,9 persen responden justru ingin pemerintah memprioritaskan ekonomi. Ada 45 persen responden lainnya masih berharap pemerintah menangani isu kesehatan lebih dahulu.

“Masyarakat terlihat lelah setelah sekian lama mengikuti petuah pemerintah dan ekonomi masih juga memburuk,” ujarnya. 

Sementara itu, Menteri Komunikasi dan Informatika, Johnny G Plate, menegaskan pemerintah fokus menangani kesehatan dan ekonomi sekaligus. Menurut dia, dua hal itu tak bisa dipisahkan satu sama lain.

“Ekonomi tidak pulih kalau rantai Covid-19 tidak berhasil ditekan begitu juga sebaliknya,” katanya. 

Johnny mengatakan tidak ada negara yang betul-betul siap menghadapi korona (Covid-19). Namun, Pemerintah Indonesia terus berupaya menjaga keseimbangan sektor kesehatan dan ekonomi.

“Keputusan pemerintah mempertimbangkan rasional, aspek kekuatan dan kelemahan, termasuk keuangan dan penerimaan negara,” kata politikus Partai NasDem itu.

Ada 1.200 orang menjadi sampel responden dan diwawancara melalui telepon. Survei dilakukan pada 24 September hingga 30 September 2020. Margin of error sekitar 2,9 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.

Medcom









Komentar