#diksar#beritalampung#unila

Surat untuk Aga di Facebook Benar Tulisan Sang Ibu

( kata)
Surat untuk Aga di <i>Facebook</i> Benar Tulisan Sang Ibu
Foto : Dok

PRINGSEWU (Lampost.co) -- Keluarga Aga Trias Tahta, mahasiswa FISIP Unila Jurusan Sosiologi angkatan 2019 yang meninggal dunia saat kegiatan pendidikan dasar (Diksar), membenarkan surat yang viral di media sosial merupakan tulisan tangan dari sang ibunda.

"Iya, surat itu ditulis oleh ibu sehari setelah pemakaman Aga," jelas Gani Dewantara kakak kandung korban, saat dihubungi, Kamis, 3 Oktober 2019.

Dirinya juga mengatakan, tiga nama yang muncul dalam surat tersebut, tidak diketahui sebagai apa dalam kegiatan Diksar. "Ibu menulis tiga nama tersebut, karena mendengar ketika pihak kampus melayat dan sedang membicarakan masalah kegiatan Diksar, dan ketiga nama tersebut disebut-sebut," paparnya.

Berita terkait:

Surat Ibu untuk Mahasiswa Tewas Diksar Beredar di Facebook

Polisi Periksa 8 Saksi Terkait Diksar Maut Unila

Masuk RS Usai Diksar, Keluarga Aldi Enggan Tempuh Jalur Hukum

Meninggalnya Aga Trias Tahta usai mengikuti Diksar UKMF Cakrawala FISIP Unila masih menyimpan luka bagi keluarga dan kerabatnya. Bahkan perkara ini terus diselidiki oleh aparat kepolisian.

Berikut isi secarik kertas dengan wujud surat dari tulisan tangan ibu untuk Aga:

SURAT IBU UNTUK AGA
AGA..
Ibu minta maaf karena dengan senang hati membantu Aga pergi ke tempat pembantaian, tak ada jurang 15 meter yang telah diakui sebagai tempatmu terjatuh, yang ada tangan-tangan setan yang mencabik-cabik tubuhmu, menyeretmu, memaksa kerikil dan batu untuk sama-sama membuat parutan di sekujur tubuhmu, namun luka-lukamu tak membuat mereka merasa ngilu.
AGA..
Mata mereka terbuka tapi mata hatinya tertutup, banyak yang mau bicara tetapi mereka dibungkam. Semua cari selamat. Mereka yang melihat tapi diam dengan bangga menjadi temannya.
AGA..
Allah tidak buta, tidak pula tidur, dia melihat semua, saat mereka merekayasa mengarang cerita penyebab kematianmu.
Ferdi, Sintia dan Bintang. Kalian cuma boneka karena kalian tidak punya hati, boneka tidak akan pernah menjadi seorang Ayah atau seorang Ibu..
AGA..
Tidurlah dengan tenang, tunggu hari peradilan, Insya Allah goresan luka dan titisan darahmu menghapus dosa-dosamu..
Di dunia, keluargamu berjuang mencari keadilan bagimu. Seandainya kami kalah tapi AGA pasti menang.

Widodo

Berita Terkait

Komentar