#suporter#laga#sepakbola

Suporter

( kata)
Suporter
dokumentasi pixabay.com


SETIAP tim sepak bola sudah tentu memiliki pendukung atau disebut suporter. Suporter memang bukan pemain, tetapi mereka adalah bagian dari klub itu sendiri. Tanpa suporter, tidak ada kesebelasan sepak bola.

Seperti klub-klub sepak bola liga Inggris, suporternya berada di seluruh dunia, tidak terkecuali Indonesia. Bagi suporter yang memang tinggal di negara yang sama dengan klub yang ia dukung, akan mudah untuk menyaksikan langsung tim kesayangannya bertanding. Namun, bagi mereka yang tinggal di belahan dunia lain, sulit mewujudkan hal itu.

Misal, di Indonesia, banyak suporter klub sepak bola di berbagai kota. Seperti yang pernah saya temui, Chelsea Indonesia Supporter Club (CISC). Mengapa CISC? Itu karena saya merupakan pendukung klub asal London, Chelsea.

Meski tidak bergabung dengan fan klub itu dan fan klub mana pun, saya tetap mendukung tim berjuluk The Blues tersebut. Saya tidak ingat pasti sejak kapan saya menyukai tim dengan kostum biru-biru ini. Namun, yang jelas awal mula saya suka tim ini ketika bermain PlayStation (PS).

Saat itu, setiap main PS, saya selalu memakai Chelsea. Pemain andalan saya saat itu adalah Andriy Shevchenko, sedangkan adik sepupu saya selalu memakai Manchester United. Dia mendukung tim yang berjuluk The Reds Devils karena di dalamnya saat itu ada Cristiano Ronaldo.

Seiring waktu berjalan, para pemain bintang telah berpindah klub. Begitu juga dengan fan. Sebagian dari mereka ikut pendukung tim yang dinaungi pemain bintang itu. Tidak terkecuali adik sepupu saya tadi. Saat CR7 pindah ke Real Madrid, ia pun pindah mendukung tim berjuluk Los Blancos itu.

Tapi, saya hingga saat ini tetap mendukung Chelsea. Saya sendiri bingung, kenapa memilih tim ini, padahal tidak tahu banyak tentang klub tersebut. Mungkin karena saya suka warna biru, hehe.

Baru-baru ini, Chelsea berlaga melawan Arsenal. Laga yang berlangsung di Stadion Emirates dimenangkan Arsenal 2-0. Seperti biasa, setiap ada pertandingan klub besar, grup WhatsApp menjadi ramai. Akan banyak video cuplikan pertandingan dan screenshot yang dibagikan.

Bagi pendukung yang timnya menang, sudah tentu paling aktif di grup chatting. Selain share link berita kemenangan timnya, tidak lupa mereka juga ngongek teman yang timnya kalah. Kadang saling ejek terjadi dalam grup. Termasuk saya sendiri, sampai dibilang nyinyir oleh teman-teman.

Jadi fan klub yang fanatik sah-sah saja. Banyak hal positif yang bisa kita ambil. Salah satunya adalah tempat mencari teman, bukan cari masalah apalagi musuh. Jadilah pendukung tim sepak bola yang cinta damai, saling rangkul antarsuporter. Semoga ke depan klub sepak bola Indonesia bisa berjaya di kancah internasional.

Deni Zulniyadi , Wartawan Lampung Post*







Berita Terkait



Komentar