#cabul#kriminal

Sopir Travel Cabuli Gadis Bawah Umur di Lampura

( kata)
Sopir Travel Cabuli Gadis Bawah Umur di Lampura
Foto : Dok Lampost.co

Kotabumi (Lampost.co) -- Seorang sopir travel ditangkap petugas Polsek Bukit Kemuning, Lampung Utara. Ia tega mencabuli gadis di bawah umur berinisial DP (17),  seorang pelajar SMA.

Penangkapan terjadi saat pelaku sedang bersantai di pangkalan travel daerah setempat, Jum'at, 20 Februari 2020, pukul 10.00 WIB.

Kasus tersebut kini masih ditangani aparat kepolisian setempat. Sementara dua rekan tersangka lainya yang terlibat masih dalam pengejaran. Tersangka adalah Aef Fredi Frdiansyah (52), warga Cilenyi, Bandung, Jawa Barat.                             

Menurut Kapolsek Bukit Kemuning, Lampung Utara Kompol Ery Hafri kepada Lampost.co, mengatakan tersangka ditangkap karena kasus pencabulan secara bergilir yang dilakukan bersama dua rekanya (DPO), terhadap inisial DP (17), seorang siswi pelajar SMA warga Kecamatan Sumber Jaya, Lampung Barat.

Aksi bejatnya dilakukan di hotel Famili Kecamatan Bukit Kemuning, Lampung Utara pada November 2019 lalu.

"Tersangka kini masih menjalani pemeriksaan petugas dan dua rekan tersangka lainya masih dalam pengejaran petugas (DPO)," ujarnya.

Pelaku berlalasan, pencabulan karena suka sama suka. Ia mengaku baru satu kali mencabuli korban yang belum lama berkenalan.

"Saya lakukan pencabulan terhadap korban dilakukan di hotel dan baru satu kali mencabuli korban," kata kapolsek menirukan penuturan tersangka.

Sementara itu, menurut keterangan korban, usai jalan-jalan ia dibawa pelaku ke hotel.  

"Pada waktu itu tersangka langsung memaksa korban minta dilayani layaknya suami istri. Usai melampiaskan nafsunya, tanpa disangka tersangka telah menghubungi dua orang rekannya dan para rekan tersangka memaksa korban mencabulinya dan setelah melakukan perbuatan cabul mereka meningalkan korban begitu saja," kata kapolsek menirukan penuturan korban.

Atas perbuatan tesangka dan dua rekannya (DPO) itu, korban melapor ke kantor Mapolsek Bukit Kemunung. Tersangka dijerat pasal 81 ayat (3) jo 76 UU RI Nomor 17/2016 tentang Persetubuan Terhadap Anak.

Setiaji Bintang Pamungkas



Berita Terkait



Komentar