#pungli

Sunat BLT DD, Kades di Musi Rawas Ditangkap

( kata)
Sunat BLT DD, Kades di Musi Rawas Ditangkap
Kapolres Musi Rawas, AKBP Efrannedy saat memberikan keterangan pers terkait kasus pungli bantuan dana desa, Selasa, 2 Juni 2020. Dokumentasi/ Istimewa

Musi Rawas (Lampost.co) -- Seorang kepala desa (kades) bernama Ahmad Mudori (36) dan Efendi (40), anggota Badan Pemusyawaratan Desa (BPD) Dusun 1, Desa Banpres, Kecamatan Tuah Negeri, Kabupaten Musi Rawas, Sumatera Selatan, diringkus polres setempat. Penangkapan kedua perangkat desa ini lantaran telah melakukan pungutan liar bantuan langsung tunai dana desa (BLT-DD) untuk penanganan covid-19.

"Setelah menerima laporan dari warga kami langsung melakukan penyelidikan dan telah menetapkan mereka sebagai tersangka pada Minggu, 31 Mei 2020," kata Kapolres Musi Rawas, AKBP Efrannedy, Selasa, 2 Juni 2020.

Kapolres mengatakan penangkapan terjadi setelah pihaknya mendapat laporan dari 18 warga Desa Banpres yang hanya menerima BLT DD Rp400 ribu dari yang seharusnya berjumlah Rp600 ribu pada 21 Mei 2020 lalu. Saat menyerahkan BLT DD tersebut kedua perangkat desa meminta uang Rp200 ribu dengan alasan biaya administrasi.

Berdasarkan laporan dari warga, kedua perangkat desa itu telah mengumpulkan 18 dari total 91 kepala keluarga (KK). Total keduanya sudah mengumpulkan uang Rp3,6 juta.

Salah seorang warga bernama Sugiono yang tidak terima bantuan dipotong kemudian melaporkan kejadian itu ke Polres Musi Rawas. "Tim Saber Pungli dan Sat Reskrim Polres Musi Rawas mengantongi beberapa dokumen serta keterangan para saksi terkait pungli dua perangkat desa," ujarnya.
 
Efrannedy menjelaskan kedua tersangka telah melanggar Pasal 12 huruf e UU No 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas UU No 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi atau Pungli.

"Untuk ancaman penjara minimal empat tahun penjara dan maksimal 20 tahun penjara," katanya.

Medcom



Berita Terkait



Komentar