#konflik#gajah-manusia#beritalampung

Sulit Menghentikan Konflik Gajah dan Manusia

( kata)
Sulit Menghentikan Konflik Gajah dan Manusia
Sulit Menghentikan Konflik Gajah dan Manusia. Gajah mengamuk dan merusak rumah warga di Tanggamus hingga menewaskan seorang warga yang menghalau gajah. (Foto:Dok.Lampost.co)

BANDAR LAMPUNG (Lampost. co)--Konflik antar gajah dan manusia tidak akan bisa hilang. Jika berhenti berarti sudah tidak ada gajah lagi di Lampung. 
Ketua Word wide fund for nature (WWF) Job Charles menilai konflik antara gajah dan manusia sejak sepuluh tahun terakhir intensitasnya semakin naik, dan tahun ini sampai menimbulkan korban jiwa. Akibatnya bukan hanya kerugian ekonomi, tapi juga menyangkut masalah sosial, dan budaya.
Oleh karna itu, perlu langkah, dan upaya yang bisa dilakukan untuk meredam konflik antarkeduanya. Bahkan sampai saat ini, pihak WWF telah melakukan penggiringan sebanyak 12 kali, meski berhasil dilakukan, namun gajah kembali masuk ke area perkebunan tersebut.

"Konflik gajah dengan manusia tidak bisa dihindari, akan tetapi bagaimana caranya kita kelola dengan baik. Pengetahuan masyarakat tentang gajah perlu ditingkatkan, sehingga ketika ada pergerakan gajah bisa dihindari," kata Job kepada Lampost. co, Kamis (11/7/2018).
Upaya yang dilakukan salah satunya dengan early warning dengan gps collar. Dengan demikian masyarakat, kerugian serta kematian masyarakat dan gajah bisa dikurangi, papar Job.
Ia menilai konflik antara gajah dan manusia tidak bisa dihindari disebabkan oleh beberapa faktor, pertama gajah butuh pakan lebih, dan kebutuhan air. 
 

Nur Jannah



Berita Terkait



Komentar