#penimbunan#BBM#solar

Sulap Tangki Mobil Jadi Berkapasitas 1.000 Liter, Penimbun Solar di Way Kanan Dibekuk

( kata)
Sulap Tangki Mobil Jadi Berkapasitas 1.000 Liter, Penimbun Solar di Way Kanan Dibekuk
Kendaraan pelaku telah dimodifikasi bagian dalamnya dengan menggunakan tangki kotak berkapasitas 1.000 Liter. Lampost.co/Candra Putra Wijaya


Way Kanan (Lampost.co) -- Satuan Reskrim Polres Way Kanan meringkus satu pelaku tindak pidana penyalahgunaan pengangkutan atau niaga Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi jenis solar.

Kasat Reskrim Polres Way Kanan, AKP Andre Try Putra menceritakan, pada Senin, 11 April 2022 sekitar pukul 01.00 WIB, polisi mendapatkan laporan masyarakat tentang adanya penyalahgunaan BBM bersubsidi jenis solar di Kampung Waypisang, Kecamatan Waytuba, Kabupaten Way Kanan.

Atas laporan tersebut, petugas langsung melakukan penyelidikan hingga memergoki pelaku sedang memindahkan BBM jenis solar bersubsidi dari mobil minibus merek Isuzu Panther warna biru bernomor polisi (nopol) BG 1998 LP.

"Kendaraan pelaku telah dimodifikasi bagian dalamnya dengan menggunakan tangki kotak berkapasitas 1.000 Liter," ungkapnya, Rabu, 13 April 2022. 

Baca: Penimbun BBM di Pesawaran Ditangkap

 

Petugas juga menemukan 29 jeriken besar berisi solar masing-masing berisi kurang lebih 34 liter, 20 jeriken kecil sebanyak 20 buah masing-masing berisi 10 liter, serta 1 buah selang sepanjang 1 meter.

Saat diinterogasi, kata Kasat, pelaku mengauku bahwa solar bersubsidi tersebut dibeli dari SPBU Kotabaru Selatan, Martapura, Kabupaten OKU Timur, Sumatra Selatan. Ia berencana menjual solar tersebut dengan harga Rp8.500/liter.

"Pelaku berinisial KN (55), berdomisili di Kampung Waypisang, Kecamatan Waytuba," kata dia.

Pelaku berikut barang bukti diamankan ke Polres Way Kanan untuk dilakukan proses lebih lanjut. Atas perbuatannya pelaku dapat diancam Pasal 55 dan/atau 53 huruf b, c, dan d Undang-Undang RI Nomor 22 tahun 2001 tentang Minyak Gas dan Bumi.

"Pelaku terancam hukuman pidana penjara selama enam tahun dan denda Rp60 miliar," tegas Kasat.

Sobih AW Adnan







Berita Terkait



Komentar