#suketteki#nuansa

Suket Teki

( kata)
Suket Teki
dok

LAGU Suket Teki milik penyanyi top campursari, Didi Kempot, membahana saat perpisahan Jokowi-JK dan sejumlah menteri kabinet kerja periode 2014—2019 di Istana Negara, satu pekan lalu, (18/10). Beberapa menteri dipertahankan, tapi ada juga yang pergi dan tidak mengisi kabinet yang bersulih nama menjadi Kabinet Indonesia Maju.

Terlepas dari semua itu, saya ingin membagikan sedikit pandangan saya tentang lirik lagu Suket Teki di kolom Setitik Air yang bernuansa religius ini. Tidak, bukan unsur patah hati itu yang mau disorot, melainkan sepenggal lirik ini, Paribasan awak/Urip kari barung/Lila tak lakoni. Kira-kira begini terjemahan bebasnya, Seperti kata pepatah "hidup hanya tinggal tulang belulang rela aku jalani".

Peribahasa itu hanya sebuah perumpamaan. Sepintas ungkapan itu terkesan menyedihkan. Namun, saya punya pandangan sedikit berbeda bahwa orang yang hidup hanya tinggal tulang belulang dan ikhlas pula menjalaninya, hidup macam itu adalah hidup yang sepenuh-penuhnya kepasrahan.

Sekali lagi, penekanannya bukan tiadanya semangat dan lantas berdiam diri dan tidak berbuat apa-apa. Pasrah menghadapi segala keadaan. Tidak!

Semua tentu bersepakat bahwa untuk mencapai kebahagiaan dalam hidup mesti ada ikhtiar dan doa. Ora et labora, dalam ungkapan Latin. Berdoa sambil bekerja. Jangan dipisah. Hanya bekerja atau berdoa. Semua mesti menjadi kesatuan yang utuh.

Oleh sebab kolom ini membutuhkan sentuhan religius, sesuai keyakinan saya, saya mencoba mengingat nyanyian Kidung Jemaat atau ayat Alkitab apa yang sesuai dengan catatan ini. Saya menelusuri Kidung Jemaat tentang hidup yang sementara di bilah mesin pencari. Hasilnya, ada beberapa lagu yang saling berkaitan.

Saya memilih lagu yang saya pahami dan mencocokkan dengan tulisan ini. Kidung Jemaat Nomor 400 berjudul Kudaki Jalan Mulia jadi pilihan. Khususnya di Ayat 3 lagu itu berbunyi, Kuingin hidup yang benar/Jauh dari tindak yang cemar/Umat kudus memanggilku ke tempat tinggi dan teguh.

Refrein lagu itu, Ya Tuhan angkat diriku/Lebih dekat kepada-Mu/Ke tempat tinggi dan teguh/Tuhan mantapkan langkahku.

Dari bilah mesin pencari, saya juga menemukan perikop Alkitab yang selaras yakni Ibrani 12 Ayat 1. Ibrani 12 berjudul Nasihat supaya bertekun dalam iman. Ayat 1 tertera, Karena kita mempunyai banyak saksi, bagaikan awan yang mengelilingi kita, marilah kita menanggalkan semua beban dan dosa yang begitu merintangi kita, dan berlomba dengan tekun dalam perlombaan yang diwajibkan bagi kita.

Pada akhir catatan ini, saya turut menghaturkan selamat kepada para menteri yang baru saja dilantik. Sebagaimana halnya hidup, jabatan, pangkat, dan tugas lainnya yang diamanahkan ini hanya sementara. Jangan jadikan jabatan menteri untuk mengeruk keuntungan pribadi. Tunaikanlah amanah itu dengan sebaik-baiknya dan sehormat-hormatnya. Tabik!

Wandi Barboy

Berita Terkait

Komentar