#benur#ekspor#sudin

Sudin Dorong Budidaya Lobster Dibanding Ekspor

( kata)
Sudin Dorong Budidaya Lobster Dibanding Ekspor
Ketua Komisi IV DPR RI Sudin. Lampost.co/Setiaji B Pamungkas

Bandar Lampung (Lampost.co) – Ketua Komisi IV DPR RI Sudin mendukung adanya budidaya lobster untuk mengalihkan kegiatan ekspor. Ia tidak sepakat jika benih lobster atau benur dilempar ke mancanegara.

Menurutnya,  perlu peningkatan mutu para pelaku budidaya lobster sehingga mampu melakukan pembesaran hewan laut itu. Hal itu demi meningkatkan nilai jual lobster di pasar global dan menyejahterahkan nelayan. Selain itu, sejalan dengan peraturan yang dibuat pada kepemimpinan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) sebelumnya yang dengan tegas melarang ekspor benur.

“ Bangsa kita orang yang cerdas , pasti bisa belajar budidaya lobster. Cuma harus ditentukan dimana wilayahnya, maka akan kita galakkan,” kata dia, Minggu, 22 Desember 2019.

Mantan Menteri KKP Susi Pudjiastuti mengatakan ada penyelundupan budidaya lobster secara masif, tapi yang menjadi pertanyaan ketika ia tak mencegahnya. Penyelundupan berasal dari berbagai wilayah seperti Banyuwangi, NTB dan beberapa wilayah lainnya. Tujuan ekspor 90 persen ke Vietnam.

 “Seharusnya itu diusut siapa yang bermain di era Menteri Susi. Maka, sekarang Menteri KKP Edhy Prabowo melegalkan saja ekspor benih dibanding banyak penyelundupan,” ungkapnya.

Meski demikian, ia akan memanggil Kementerian KKP untuk mengetahui secara detil wacana ekspor lobster.  “Tapi kita akan panggil Menteri KKP kita panggil secara detil, kami sarankan tidak boleh ekspor, budidaya dulu, bantu rakyat,” ujarnya.

Dibanding ekspor, Sudin lebih tertarik pada peningkatan kompetensi sumber daya manusia dalam hal pembesaran lobster.  “ Kegiatan budidaya harus diprioritaskan denga mengirim tenaga ahli dari KKP ke Vietnam untuk belajar disana guna menigkatkan kemampuan SDM,”  kata dia.

Menurutnya, untuk mengatasi hal tersebut pihak kementerian seyogianya memberikan bantuan berupa sarana dan prasarana budidaya, sehingga tidak mematikan mata pencaharian masyarakat yang bergantung pada penjualan lobster. “Perlu adanya penerapan teknologi kepada masyarakat untuk memudahkan melakukan budidaya lobster,” paparnya.

 

Adi Sunaryo



Berita Terkait



Komentar