#BLT#Bantuan

Subsidi Gaji di Bawah Rp5 Juta Disetop

( kata)
Subsidi Gaji di Bawah Rp5 Juta Disetop
Ilustrasi bantuan subsidi upah. Medcom.id/M Rizal


Jakarta (Lampost.co) -- Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) akan menyetop program bantuan subsidi upah (BSU) untuk pekerja atau buruh yang memiliki upah di bawah Rp5 juta. Penghentian stimulus daya beli akibat pandemi covid-19 ini terkait pemulihan konsumsi masyarakat.

 

Sekretaris Jenderal Kemnaker Anwar Sanusi mengatakan pihaknya sudah memantau pemulihan dari sisi permintaan pada kuartal ketiga dan keempat 2020. Pada 2021, Kemenaker memproyeksikan konsumsi rumah tangga tumbuh sebesar 4,7 persen.

"Membaiknya konsumsi tentu menjadi sinyal positif bagi dunia usaha dan industri agar tetap berproduksi," ujar Anwar kepada Medcom.id, Rabu, 3 Februari 2021.

Menurut Anwar, ada sisi perbaikan penggunaan tenaga kerja di kuartal I-2021 dalam jumlah tenaga kerja dalam prompt manufacturing index Bank Indonesia (PMI-BI). Meski masih ada kontraksi, penyerapan tenaga kerja dinilai mulai membawa angin segar.

"Apalagi jika kita lihat investasi tahun ini realisasinya mampu melebihi target dan penyerapan tenaga kerja dari investasi mencapai 1,1 juta orang," ucap Anwar.

Anwar meyakini data positif itu mampu menekan jumlah pengangguran sekaligus meningkatkan daya beli masyarakat. Sinyal positif itu juga menunjukkan optimisme pemulihan ekonomi di 2021.

"Membaiknya perekonomian tentu berdampak pada penyerapan kembali tenaga kerja maupun angkatan kerja," kata Anwar.

BSU, kata Anwar, dihadirkan pada kuartal tiga 2020 untuk menopang tingkat konsumsi rumah tangga secara nasional. Pada kuartal kedua 2020, ekonomi nasional anjlok akibat pertumbuhan konsumsi rumah tangga minus 5,32 persen.

"Maka dicetuskan program yang menyasar kelompok masyarakat berpendapatan menengah yang juga rentan anjlok tingkat konsumsinya. Termasuk, BSU bagi para pekerja atau buruh dengan upah di bawah Rp5 juta," terang Anwar.

Winarko







Berita Terkait



Komentar