#pembunuhan#kriminal#beritalambar

Suami Bunuh Istri dan Anak di Perkebunan Kopi Airhitam Lambar

( kata)
Suami Bunuh Istri dan Anak di Perkebunan Kopi Airhitam Lambar
Lokasi pembunuhan terhadap anak dan istrinya di Pekon Sumberalam, Airhitam, Lambar. Foto: Dok/Polres

Liwa (Lampost.co): Diduga karena himpitan ekonomi, Khoirul (29) warga Pekon Padangtambak, Way Tenong, Lampung Barat, tega menghabisi nyawa istrinya Dewi Sundari dan anaknya, Aji Ahmad Eja yang masih berusia 6 tahun, Kamis, 16 Juli 2020, sekitar pukul 12:15 WIB.

Peristiwa memilukan itu terjadi di tengah perkebunan kopi tempatnya bekerja, tepatnya di Talangsere, Pekon Sumberalam, Kecamatan Airhitam, Lampung Barat sekitar 500 meter dari rumah tinggal keluarga itu. 

Kasat Reskrim Polres Lambar AKP Made Silpa Yudiawan mendampingi Kapolres AKBP Rachmat Tri Haryadi, membenarkan kejadian itu.

Menurutnya berdasarkan informasi dari lokasi kejadian, peristiwa pembunuhan oleh suami terhadap istri dan anaknya itu bermula saat keluarga itu berangkat bersama-sama menuju kebun untuk memanen kopi. Di kebun kopi tempatnya bekerja itu, pelaku cekcok dengan istrinya karena permasalahan keluarga dan anak sekolah.

"Saat cekcok itu lah, pelaku lalu emosi dan secara bersamaan langsung mencabut golok. Kemudian menebaskan goloknya itu kepada istrinya secara berulang dan anaknya pun ikut dibacok hingga menyebabkan kedua korban meninggal ditempat," kata AKP Made Silpa.

Istrinya, kata dia, mengalami 9 luka bacokan yang terdapat di leher, perut, punggung, muka dan lainnya. Sementara anaknya mengalami luka bacok di bagian leher belakang.

"Sampai pukul 16:45 ini, kami bersama petugas lainya masih di lokasi kejadian. Kami bersama tim Puskesmas masih fokus melakukan evakuasi dan penanganan terhadap korban dulu," kata Made.

AKP Made Silpa mengatakan pelaku kini telah diamankan bersama barang bukti sebilah golok tetapi belum dilakukan pemeriksaan. Karena pihaknya masih fokus menangani korban dulu untuk melakukan olah TKP bersama petugas kesehatan. Kemudian untuk kedua korban juga masih ditangani luka-lukanya.

"Setelah semua selesai kemudian dievakuasi lalu diserahkan kepada keluarganya," katanya.

Adi Sunaryo



Berita Terkait



Komentar