Ekonomikesehatan

Strategi Terukur dan Transparan Dorong Pengendalian Kesehatan dan Ekonomi

( kata)
Strategi Terukur dan Transparan Dorong Pengendalian Kesehatan dan Ekonomi
Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat. Dok


Jakarta (Lampost.co) -- Upaya pengendalian penyebaran Covid-19 bersamaan dengan langkah penyelamatan ekonomi nasional dari krisis harus dilakukan dengan strategi yang terukur dan transparan.

"Mengendalikan dua sisi yang memiliki hubungan sebab akibat seperti antara pengendalian Covid-19 dan penyelamatan ekonomi, memang memerlukan mekanisme gas dan rem yang tepat," kata Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat dalam keterangan tertulisnya, Jumat, 22 Januari 2021.

Pemerintah, jelas Lestari, memilih penanggulangan pandemi berjalan bersamaan dengan upaya pemulihan ekonomi. Tujuannya, agar resesi ekonomi akibat pandemi tidak terus melorot ke titik terendah.

Sebab, bila hanya fokus menanggulangi pandemi dan mengabaikan pemulihan ekonomi, menurut Rerie, sapaan akrab Lestari, justru akan mendatangkan malapetaka yang lebih besar. Sebab, akan ditimpa dua bencana besar sekaligus, yakni pandemi Covid-19 dan resesi ekonomi yang mendalam.

Dengan pertimbangan tersebut, jelas anggota Majelis Tinggi Partai NasDem itu, mekanisme gas dan rem antara pengendalian penyebaran Covid-19 dan penyelamatan ekonomi harus berjalan secara terukur dan transparan.

Dua persyaratan terukur dan transparan ini, ungkap Rerie, memerlukan dukungan data yang akurat dari sisi ekonomi dan penanggulangan Covid-19.

Di sisi lain, upaya itu juga memerlukan transparansi, karena upaya penanggulangan Covid-19 dan penyelamatan ekonomi membutuhkan gerak bersama.

Tugas para pemangku kepentingan saat ini adalah mengupayakan data yang akurat dan upaya yang transparan untuk mengajak seluruh lapisan masyarakat bersama-sama mengatasi kondisi krisis di sektor kesehatan dan ekonomi secara bersamaan.

Melibatkan masyarakat dalam menanggulangi kondisi krisis ekonomi dan kesehatan di Tanah Air, merupakan opsi agar proses pemulihan dua sektor itu berlangsung lebih cepat.

Effran Kurniawan







Berita Terkait



Komentar