#UMKM#kuliner

Strategi Memanfaatkan Pemasaran Digital bagi UMKM Kuliner

( kata)
Strategi Memanfaatkan Pemasaran Digital bagi UMKM Kuliner
Pelatihan Wirausaha 2021 seri ke-5 yang mengusung topik strategi pemasaran digital untuk UMKM, Kamis, 10 Juni 2021.


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Pemasaran digital saat ini tengah gencar dilakukan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), seperti di bidang kuliner. Perkembangan teknologi internet dan persaingan yang semakin ketat menjadi alasannya.

CEO Edukasi 4.0, Rajive Dewangga, mengatakan pemasaran digital (digital marketing) terbukti sangat membantu dan memudahkan pelaku UMKM untuk memberikan informasi dan berinteraksi secara langsung dengan konsumen. Kemudian, memperluas pangsa pasar, meningkatkan awareness, serta meningkatkan penjualan produk.

“Keberhasilan suatu produk dari hasil digital marketing yang paling dasar itu bisa diukur dari pendapatan provit via Google. Instagram dan Facebook adalah suatu hal yang kini wajib dimiliki UMKM. Setelah itu dapat memanfaatkan marketplace. Lalu yang paling bawah yaitu website," kata Rajive Dewangga, saat menjadi narasumber Pelatihan Wirausaha 2021 yang digelar Lampung Post dan Coca-Cola Europacific Partners, Kamis, 10 Juni 2021, di Sekretariat UMKM Apindo Lampung.

Owner Honey To The Bee, Deki Andika, menekankan strategi pemasaran digital yang digunakan untuk memperluas jaringan tak cukup hanya melalui sosial media dan marketplace. Website dinilai menjadi hal yang sangat penting dan wajib dimiliki pelaku UMKM sebagai bentuk identitas suatu produk.

 “Idealnya yang paling wajib bagi UMKM adalah memiliki website. Jangan hanya berharap dengan Gofood, Instagram dan lain sebagainya. Sedangkan kalau kita hanya taruh di marketplace saingan varian di produk kita akan sangat banyak," kata Deki yang memiliki usaha penjualan kue di Jakarta.

Menurut Deki, pemilihan nama produk merupakan hal yang tak kalah penting karena identitas menjadi segalanya. Dari segi pengemasan pun  perlu diperhatikan.

“Packaging itu tidak hanya menarik, karena ini merupakan suatu benda yang ketika siapa pun menerima produk kita, itu akan selalu ingat tentang produk atau brand tersebut,” ujar dia.

Deki menambahkan zaman sekarang masyarakat membeli suatu produk melalui mata, bukan atas apa yang mereka dengar. "Foto produk itu nomor satu, harus cerdas memahami foto yang baik itu seperti apa," kata dia.

Ketua DPP Apindo Lampung, Ary Meizari Alfian, yang hadir pada pelatihan tersebut mengatakan seharusnya Lampung dapat menjadi leader atau pemimpin dalam sektor ekonomi, tetapi sangat disayangkan Lampung masih belum mampu.

"UMKM ini dapat menjadi salah satu penolong untuk membantu perekonomian lokal. Untuk itu UMKM seharusnya diberikan banyak pelatihan dan pendampingan agar bisa terus maju," kata dia.

Pelatihan Wirausaha 2021 seri ke-5 yang digelar Lampung Post dan Coca-Cola Europacific Partners diikuti para peserta yang sebagian besar pelaku UMKM kuliner yang tergabung dalam Apindo Lampung, baik yang hadir secara langsung maupun melalui zoom.

Pelatihan menghadirkan CEO Edukasi 4.0 Rajive Dewangga dan Owner Honey To The Bee Jakarta Deki Andika, dengan pembawa acara Asrian Hendi Caya.

Winarko







Berita Terkait



Komentar