#Covid-19lampung#BERITALAMPUNGSELATAN

Stok Rapid Antigen di Palas dan Sragi Kosong

( kata)
Stok Rapid Antigen di Palas dan Sragi Kosong
Ilustrasi:Medcom.id


Kalianda (Lampost.co) -- Pendeteksian riwayat atau tracing pasien Covid-19  di wilayah Kecamatan Palas dan Sragi, Lampung Selatan, terhenti sementara. Hal tersebut dikarenakan stok rapid test antigen di dua kecamatan itu kosong.

Seperti yang diungkapkan, Kepala UPTD Puskesmas Rawat Jalan Kecamatan Palas, Rosalina. Dia mengatakan stok rapid test antigen habis. Akibatnya, tim tracer bekerja melakukan tracing terhadap pasien Covid-19 terhenti sementara.

"Ya, ketersediaan rapid test antigan di tempat kami habis sejak tadi pagi. Terakhir tadi pagi itu tersisa dua alat rapid test antigen. Itu pun sudah kami pakai untuk tracing terhadap pasien Covid-19 yang meninggal sebelumnya," kata dia, melalui telepon, Rabu 7 Juli 2021. 

Baca juga: Satgas Covid-19 di Palas Minta Penguatan hingga Tingkat RT/RW

Akibat pasokan rapid test antigen kosong, kata Rosalina, kegiatan tracing di wilayah kerjanya itu terhambat. Namun, petugas Puskesmas Palas tetap melakukan pemantauan hingga anjuran untuk isolasi mandiri sebelum adanya alat rapid test antigen.

"Tetap kami pantau dan orang itu Isolasi mandiri terlebih dahulu. Tetapi, untuk memastikan orang itu sebenarnya positif atau tidaknya belum bisa bisa. Sebab, kami masih menunggu pasokan alat rapid test antigan berikutnya," ujarnya. 

Baca juga: Ratusan Warga Palas Ikuti Vaksinasi Massal TNI-Polri

Hal senada diungkapkan Plt. Kepala UPTD Puskesmas Rawat Inap Kecamatan Sragi, Muhammad Ali. Dia mengatakan tracing terhadap pasien Covid-19 sudah dihentikan sejak Senin, 5 Juli 2021. Sebab, pihaknya kehabisan alat rapid test antigen.

“Masih ada pasien yang belum kami tracing. Apakah keluarganya yang telah kontak fisik langsung belum diketahui apakah postif atau tidak. Sebab, kami sudah kehabisan alat rapid tes antigan juga," kata dia, Selasa 6 Juli 2021.

Dia mengatakan, saat ini ada beberapa warga di sejumlah desa yang membutuhkan tracing melalui rapid test antigen seperti Desa Bandaragung, Kualasekampung, Kedaung, Baktirasa, Sukapura, dan Sumberagung.

"Ini kasus baru, salah satunya di desa Bandaragung dan belum bisa melakukan tracing kepada keluarga pasien,” katanya.

Meski demikian, kata Ali, pihaknya telah mengajukan alat rapid tes antigan ke Dinas Kesehatan Lamsel. Sayangnya Dinas Kesehatan juga kehabisan stok alat rapid tes antigan. "Kemarin sudah kami ajukan ke Dinas Kesehatan, tapi kehabisan stok juga," kata dia. SYA

Wandi Barboy







Berita Terkait



Komentar