#pupuksubsidi#beritalampung

Stok Pupuk Subsidi Lampung 44.663 Ton

( kata)
Stok Pupuk Subsidi Lampung 44.663 Ton
Pupuk bersubsidi. Istimewa


Bandar Lampung (Lampost.co) -- PT Pupuk Indonesia (Persero) memastikan stok pupuk subsidi di Lampung sesuai alokasi. Hingga per 19 Mei, total stok tercatat 44.663 ton terdiri dari lima jenis pupuk bersubsidi.


SVP Komunikasi Korporat Pupuk Indonesia, Wijaya Laksana, mengatakan stok pupuk bersubsidi di Lampung sebanyak 44.663 ton itu cukup untuk memenuhi kebutuhan petani selama empat minggu ke depan.

"Jumlah stok pupuk subsidi itu setara 230 persen dari ketentuan stok minimum yang ditetapkan pemerintah," kata Wijaya, Jumat, 20 Mei 2022.

Pupuk itu terdiri dari urea 27.656 ton, NPK 14.790 ton, SP-36 684 ton, ZA 413 ton, dan organik 1.120 ton. Stok tersebut disiapkan untuk seluruh jaringan distribusi yang ada, seperti gudang penyangga di tingkat kabupaten, gudang distributor, hingga kios atau pengecer.

Penyaluran pupuk bersubsidi itu bisa didistribusikan ke semua lini sesuai Surat Keputusan (SK) kepala daerah sebagai aturan turunan dari Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) No. 41 Tahun 2021 yang mengatur alokasi pupuk bersubsidi 2022.

Dengan kata lain, Pupuk Indonesia berpedoman pada regulasi pemerintah daerah, baik tingkat provinsi maupun kabupaten dalam menyalurkan pupuk bersubsidi ke berbagai daerah.

"Sebagai produsen kami menyalurkan pupuk sesuai penugasan pemerintah. Dalam hal ini, untuk Lampung kami mengacu pada regulasi dari Pemprov Lampung," kata dia.

Adapun untuk mendapatkan pupuk bersubsidi, petani wajib mengikuti ketentuan yang ditetapkan Kementerian Pertanian. Mulai dari wajib tergabung dalam kelompok tani, menggarap lahan maksimal dua hektare, dan menyusun rencana definitif kebutuhan kelompok (RDKK) untuk selanjutnya diinput pada sistem elektronik rencana definitif kebutuhan kelompok (e-RDKK) petugas penyuluh pertanian setempat.

Pupuk bersubsidi diproduksi lima anak usaha Pupuk Indonesia, yaitu PT Pupuk Iskandar Muda (PIM), PT Pupuk Sriwidjaja Palembang (PSP), PT Pupuk Kujang Cikampek (PKC), PT Petrokimia Gresik (PKG), dan PT Pupuk Kalimantan Timur (PKT). Kelima anak usaha Pupuk Indonesia itu bertanggung jawab dalam menyalurkan pupuk bersubsidi hingga ke tingkat kabupaten dan kecamatan.

Sementara jumlah stok pupuk bersubsidi secara nasional, hingga 19 Mei 2022 tercatat 1,25 juta ton. Angka tersebut setara 347 persen dari ketentuan stok minimum yang ditetapkan pemerintah, yaitu 360.467 ton untuk seluruh pupuk subsidi. Adapun rinciannya adalah urea 459.679 ton, NPK 319.008 ton, SP-36 47.825 ton, ZA 52.928 ton, organik 66.220 ton, NPK kakao 4.438 ton, organik cair 302.112 ton.

 

Effran Kurniawan








Berita Terkait



Komentar