#hiv#aids#odha#arv#kesehatan

Stok Obat ARV di Lampung Menipis

( kata)
Stok Obat ARV di Lampung Menipis
Ilustrasi. Foto: Google Images


Bandar Lampung (Lampost.co): Secara nasional obat antiretroviral (ARV) mengalami kelangkaan sejak 2020. Kelangkaan obat bagi orang dengan HIV/AIDS (Odha) itu juga terjadi pada layanan perawatan, dukungan, dan pendampingan (PDP) di Lampung.

Rendi Handika Saputra selaku ARV Community Support dari Indonesia AIDS Coalition (IAC) mengungkapkan stok obat ARV di Lampung hanya untuk 1 bulan ke depan. Sedangkan dalam SOP seharusnya stok berada pada jumlah untuk 3 bulan ke depan.

"Sejak dua bulan belakangan stok cuma ada untuk satu bulan ke depan. Untuk dikatakan aman itu minimal stok untuk 3 bulan ke depan," ujarnya, Kamis, 12 Maret 2020.

Ia mengungkapkan ada jenis obat yang menipis yakni obat jenis tenoem atau truvafa. Bahkan, obat jenis duviral kini telah terjadi kekosongan stok. Untuk obat jenis efavirenz stok masih ad,  namun akan kadaluarsa pada April mendatang.

"Untuk satu bulan ini mungkin bisa dikatakan aman, tapi kita tidak tahu ke depannya, karena stok pun semakin menipis," kata Rendi kepada Lampost.co.

Ia mengatakan pelayanan PDP untuk Bandar Lampung berada di 6 puskesmas dan 1 rumah sakit. Antara lain Puskesmas Simpur, Kedaton, Sukaraja, Sukabumi, Pasar Ambon, dan Gedongair, serta Rumah Sakit Abdul Muluk.

"Sebagian besar layanan PDP di Bandar Lampung sekarang telah kekurangan stok obat," terangnya.

Diketahui, obat ARV berasal dari Kemenkes yang distribusikan ke Dinas Kesehatan di setiap provinsi. Lalu dibagikan ke Dinas Kesehatan kabupaten/kota untuk disebar ke lokasi pelayanan PDP di puskesmas dan rumah sakit.

Adi Sunaryo







Berita Terkait



Komentar