#minyakgoreng

Stok Minyak Goreng Program Satu Harga di Tuba Kosong

( kata)
Stok Minyak Goreng Program Satu Harga di Tuba Kosong
Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Tulangbawang, Amri Alfis, memantau stok minyak goreng kemasan di toko ritel di Kecamatan Menggala. Istimewa


Menggala (Lampost.co) -- Sejumlah toko ritel modern di Tulangbawang mulai kehabisan stok minyak goreng kemasan, sejak diberlakukannya program subsidi satu harga.

Pantauan Lampost.co di beberapa cabang toko ritel di wilayah Kecamatan Menggala sudah tidak lagi menjual minyak goreng kemasan, karena habis diborong pembeli.

Baca juga: Timbun Minyak Goreng Satu Harga Siap-siap Didenda Rp50 Miliar

Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Tulangbawang, Amri Alfis, mengatakan penyebab kosongnya harga minyak goreng kemasan di toko yang tergabung di Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) ditetapkan Rp14 ribu per liter, akibat diborong masyarakat.

Sementara, stok barang yang tersedia di toko tidak mampu mencukupi kebutuhan masyarakat sekitar.

"Hasil kroscek di lapangan tadi, setiap pengiriman di toko ritel (Alfamart dan Indomart) itu enggak pernah banyak, paling 10 sampai 15 dus. Jadi enggak mampu menjangkau kebutuhan masyarakat," kata Amri, kepada Lampost.co, Jumat, 21 Januari 2022.

Amri Alfis mengaku pihaknya turut memantau penjualan minyak goreng di toko ritel agar tidak terjadi penimbunan oleh para tengkulah atau pedagang yang memanfaatkan situasi.

"Kami pantau terus, supaya tidak ada pemborong, karena di pasar tradisional harga minyak goreng berkisar Rp19 hingga Rp20 ribu per liter," ujar dia.

Operasi pasar (OP) yang sempat dicanangkan pemerintah guna menekan harga minyak goreng, dinilai sangat dibutuhkan. Sebab, kata dia, keberadaan toko ritel tidak menjangkau seluruh wilayah di Kabupaten Sai Bumi Nengah Nyappur.

"Karena ada kebijakan dari Menteri Perdagangan soal harga minyak goreng Rp14 ribu, jadi OP tertunda. Tapi sebenarnya perlu diimbangi dengan OP, di daerah yang memang tidak terjangkau toko ritel," kata dia.

Winarko







Berita Terkait



Komentar