#beritalampung#beritabandarlampung#ekbis#bulog

Stok Beras di Gudang Bulog Lampung Ada 10.838 Ton

( kata)
Stok Beras di Gudang Bulog Lampung Ada 10.838 Ton
Foto: Google Images


Bandar Lampung (Lampost.co): Perum Bulog Divisi Regional (Divre) Lampung menyatakan stok beras di gudang saat ini terdapat 10.838 ton. Perum Bulog menjamin ketersediaan beras aman higga panen musim ini tiba.

Kepala Perum Bulog Divisi Regional Lampung, Etik Yulianti, mengatakan Bulog sejak awal Januari 2023 sudah mulai menyalurkan beras kepada pedagang pengecer, distributor, agen, dan mitra melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).

Dia mengatakan langkah tersebut dilakukan sebagai upaya memastikan harga serta pasokan pangan terutama beras di tingkat konsumen tetap terjaga.

Baca juga:  Kuota Solar Bersubsidi untuk Lampung Naik 7,37 Persen Tahun Ini

"Ini dilakukan untuk menjaga ketersediaan pasokan dan stabilitas harga beras yang ada di tingkat konsumen, agar daya beli masyarakat terjaga selain itu inflasi juga tetap terkendali," kata Etik saat dimintai keterangan, Selasa, 24 Januari 2023.

Ia menjelaskan jika 10 ribu ton beras yang disiapkan oleh Bulog tersebut dijual dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) sebesar Rp9.450 per kilonya.

"Beras yang kami siapkan sebanyak 10 ribu ton tersebut dijual dengan HET Rp9.450 per kilonya. Jumlah ini cukup untuk kebutuhan penyaluran sampai dengan panen raya nanti," jelasnya.

Pada kesempatan tersebut ia mengimbau kepada masyarakat untuk tidak perlu khawatir, karena pihaknya menjamin kebutuhan beras akan tersedia di masyarakat dengan harga terjangkau meskipun di pasaran ada kenaikan harga.

"Kenaikan harga ini terjadi karena belum musim panen raya jadi ketersediaan barang di pasar tidak banyak sehingga ada sedikit kenaikan harga, itu sebabnya operasi pasar berlangsung intensif," imbuhnya.

Kemudian untuk beras impor juga sudah mulai didistribusikan perum Bulog Lampung. "Untuk beras impor sendiri kami sudah ada arahan atau izin untuk penyaluran atau distribusinya sejak hari Kamis (19 Januari 2023)," ujarnya.

Adi Sunaryo








Berita Terkait



Komentar