#beritalampung#beritalamsel#gak#gunungberapi

Status Siaga, Wisatawan dan Nelayan Dilarang Mendekati Gunung Anak Krakatau

( kata)
Status Siaga, Wisatawan dan Nelayan Dilarang Mendekati Gunung Anak Krakatau
Gunung Anak Krakatau. Dok/IG Vulcanian


Kalianda (Lampost.co): Dalam kurun waktu tiga pekan terakhir, aktivitas Gunung Anak Krakatau (GAK) terpantau normal. Kegempaan didominasi vulkanik dan tektonik serta tremor menerus. Meski demikian, tingkat aktivitas Gunung Anak Krakatau berada di level III atau siaga. Direkomendasikan masyarakat atau pengunjung dan nelatan tidak mendekat atau beraktivitas radius 5 km dari kawah aktif.

Berdasarkan laporan Badan Geologi PVMBG pos pemantau Gunung Anak Krakatau, tercatat Gunung Anak Krakatau terakhir sekali erupsi dengan amplitudo 15 MM durasi 125 detik pada Senin, 14 November 2022 lalu, sekitar pukul 09.33 WIB.

Hari berikutnya sampai hari ini, Rabu, 7 Desember 2022, aktivitas gunung api yang terletak di perairan Selat Sunda itu didominasi kegempaan vulkanik dalam, tektonik jauh, tremor menerus serta sesekali keluar hembusan. 

Sedangkan aktivitas gunung api dengan ketinggian 157 Mdpl kurun waktu 24 jam terakhir, teramati normal, kegempaan low frekuensi terjadi 1 kali, dengan amplitudo  4 mm, durasi 6 detik dan tektonik jauh 2 kali dengan amplitudo: 1-5 mm, S-P: tidak terbaca, durasi 54-166 detik.

Baca juga: NII Crisis Center Nilai Ledakan di Astana Anyar Pemanasan Jelang Nataru

"Rekomendasi status siaga dilarang mendekat kawah radius 5 km," kata petugas pos pemantau Gunung Anak Krakatau, Suwarno, di Desa Hargopancuran, Kecamatan Rajabasa, Lampung Selatan, Rabu, 7 Desember 2022. 

Meskipun gunung api Semeru di Jawa Timur dan Kerinci di Jambi, erupsi akan tetapi tidak memengaruhi aktivitas GAK, karena memiliki dapur magma tersendiri. "Tidak berkaitan, sebab setiap gunung api memiliki dapur magma sendiri," katanya. 

Masyarakat sekitar pesisir pantai Kecamatan Rajabasa dan Kalianda, khususnya para nelayan, diminta tenang dan tetap waspada, patuhi rekomendasi radiusnya.

"Selain itu, jangan mudah percaya dengan berita atau informasi yang tidak jelas kebenarannya," kata dia.

Adi Sunaryo








Berita Terkait



Komentar