#hukum#penyiramannovelbaswedan#novelbaswedan#sidangnovelbaswedan

Status Pengacara Terdakwa Kasus Novel Dipermasalahkan

( kata)
Status Pengacara Terdakwa Kasus Novel Dipermasalahkan
Penyidik KPK Novel Baswedan di lobi Gedung KPK, Rasuna Said, Jakarta.MI/Susanto


Jakarta (Lampost.co) -- Tim advokasi penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan menemukan keanehan pada tim pembela terdakwa kasus penyiraman air keras, Ronny Bugis dan Rahmat Kadir Mahulette. Salah satu pengacara disebut sempat menjadi penyidik kasus penganiayaan terhadap Novel.

"Penyidik kasus untuk mengungkap kasus Novel Baswedan untuk mencari pelakunya," kata Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta Arif Maulana dalam diskusi daring Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) di Jakarta, Minggu, 21 Juni 2020.

Namun, dia tak menyebutkan nama penasihat hukum yang dimaksud. Dia hanya memaparkan penyidik itu beralih menjadi pembela terdakwa dalam persidangan. Temuan itu dianggap cukup ironis dalam upaya penegakan keadilan.

"Conflict of interest-nya jelas-jelas kali tampak," ujarnya.

Selain itu, dia mengkritisi pendampingan hukum yang diberikan Polri terhadap kedua pelaku. Bantuan hukum ini dinilai bertentangan dengan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 3 Tahun 2013 tentang Pelaksanaan Teknis Institusional Peradilan Umum bagi Anggota Kepolisian RI.

Pasal 13 Ayat (2) PP itu menyebutkan bantuan hukum diberikan kepada anggota Polri yang disangka atau didakwa melakukan tindak pidana yang berkaitan dengan kepentingan tugas. Sementara itu, kedua pelaku penyiraman terhadap Novel melakukan tindak pidana kejahatan.

"Bahkan terhadap pegawai negara (Novel), tetapi kemudian dibela. Ini jelas keliru jelas bertentangan dengan semangat atau PP Nomor 3 tahun 2013. Mestinya pendampingan itu tidak bisa diberikan," katanya.

Menurut dia, tim advokasi Novel Baswedan sudah menyampaikan kritik tersebut. Namun, hingga saat ini, Polri dianggap belum mengklarifikasi bantuan hukum yang diberikan kepada terdakwa.

"Dan kita sampaikan catatan dari awal persidangan apakah memang penyerangan terhadap Novel Baswedan ini memang betul bagian dari tugas yang memang diberikan. Ini kan memang menjadi pertanyaan dan perlu kemudian ditelusuri," ujarnya.

Medcom







Berita Terkait



Komentar