#gantungdiri

Status FB Pesan Terakhir Gunawan Sebelum Tewas Gantung Diri

( kata)
Status FB Pesan Terakhir Gunawan Sebelum Tewas Gantung Diri
Kades Sabahbalau Pujianto saat melayat ke rumah duka di Dusun 2B Desa Sabahbalau Kecamatan Tanjungbintang Lampung Selatan, Kamis, 5 Maret 2020. Lampost.co/Sukisno

Kalianda (Lampost.co) -- Masyarakat Dusun 2B Desa Sabahbalau, Kecamatan Tanjungbintang, Lampung Selatan, geger dengan aksi gantung diri yang dilakukan Gunawan (30). Buruh harian lepas itu ditemukan meninggal dengan cara menggantung diri di kamar mandi.

Kadus 2B Basuki mengatakan korban pertama kali ditemukan istrinya Priyanti (28) di kamar mandi. Saat itu sang istri baru  pulang dari kerja.

"Meninggalnya korban pertama kali diketahui istrinya sepulang yang baru pulang bekerja. Dia melihat suaminya sudah tergantung dengan tali saat akan mandi," ujarnya.

Dia menambahkan sebelumnya korban masih melakukan sejumlah aktivitas. Korban sempat mengantarkan anaknya mengaji pada pukul 15.00 WIB. Bahkan, korban sempat menulis status di laman Facebook pribadinya.

"Almarhum sempat mengantar anaknya untuk mengaji pada pukul tiga sore. Korban juga sempat menulis status di FB juga," ujarnya.

Dalam laman status Facebook pribadinya, korban menulis, "Trimo lungo men ayem, intine aku sayang anak bojo.”

Tetangga korban Suparman (48) mengatakan almarhum tidak punya riwayat sakit dan dikenal sangat tertutup, tidak bergaul dengan warga lainnya. "Almarhum sehat segar waras dan jarang keluar dan berbaur dengan masyarakat," ujarnya.

Bhabinkamtibmas Polsek Tanjungbintang Bripka Ahmad Anwar menjelaskan keluarga sudah sepakat untuk tidak melakukan autopsi terhadap korban. Mereka pay yang menimpa korban dianggap murni musibah.

"Keluarga tidak mau jenazah diautopsi. Mereka juga sudah membuat surat pernyataan kalau kejadian ini murni musibah," ujarnya kepada Lampost.co di lokasi kejadian.

Muharram Candra Lugina



Berita Terkait



Komentar