#komunitas#radiosai

Stand Up Comedy Lampung, Melucu Bermodal Keresahan

( kata)
Stand Up Comedy Lampung, Melucu Bermodal Keresahan
Perwakilan Komunitas Stand Up Comedy Lampung usai talkshow di Radio SAI 100 FM, di Gedung Perkantoran Lampung Post, Rabu, 17 Agustus 2022. Lampost.co/Yudi Wijaya


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Komunitas Stand Up Comedy Lampung membagikan pengalamannya dalam membawakan sebabak komedi monolog di muka publik. Menurut mereka, melucu termasuk perkara yang gampang-gampang susah. 

Salah satu anggota Komunitas Stand Up Comedy Lampung, Mufid menceritakan, ada sejumlah tantangan cukup berat yang dihadapi komika. Terutama, persoalan mental.

"Saat kita open mic (pertunjukan) ada orang yang diam, tetep mengobrol, atau enggak memperhatikan kita. Itu bisa membuat mental kita jadi keganggu," ujarnya, dalam talkshow komunitas di Radio SAI 100 FM, di Gedung Perkantoran Lampung Post, Rabu, 17 Agustus 2022. 

Baca: Harmoni Sidodadi Berbagi Lamsel Rutin Salurkan Bantuan

 

Dia melanjutkan, trik untuk menanggulangi hal tersebut selain dengan menguatkan mental, juga perlu mengangkat materi yang dekat dengan lingkungan sekitar.

"Atau bisa dengan mengobservasi kebiasaan masyarakat agar bisa lebih relate dengan penonton," kata dia. 

Menurutnya, Komunitas Stand Up Comedy Lampung merupakan salah satu kelompok komika cukup tua. Komunitas ini dibentuk pada 2011 berbarengan dengan kelompok serupa di Bogor dan Medan. 

"Seperti umumnya, ya tempat anak-anak buat berkumpul. Cuma kita ada di segmen komedi," kata dia.

Sementara itu, anggota lainnya, Aulia menyebut, teknik stand up comedy memang berbeda dari tradisi komedi lainnya, yakni berbasis pada keresahan.

"Komunitas ini mengajak anak muda di Bandar Lampung untuk menyampaikan unek-uneknya melalui panggung komedi," kata Aulia.

Keresahan-keresahan itu, kata dia, bisa bersumber dari pengalaman hidup, persoalan pribadi, maupun yang muncul dari lingkungan sekitar.

"Makanya anak-anak stand up itu banyak masalah yang bisa diceritakan," guraunya.

Aulia memaparkan, komunitasnya secara rutin berkumpul setiap dua pekan sekali. Mereka mengawali pertemuan itu dengan sharing kemudian open mic di sejumlah kafe di Bandar Lampung. Hanya saja, kegiatan itu sempat mandek lantaran mengikuti anjuran pemerintah terkait larangan berkerumun selama pandemi covid-19.

"Cara mensiasatinya, ya kita open mic di story Instagram. Jadi seluruh komika mengupload satu sampai dua materi. Kita tetap menyediakan open mic, tapi di Intagram," kata dia. 

Sobih AW Adnan








Berita Terkait



Komentar